Doa Perempuan untuk Yogyakarta dan Indonesia

Yogyakarta (Kemenag Kota Yogyakarta) — Komitmen membangun Kota Yogyakarta dan bangsa Indonesia dapat diwujudkan oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum perempuan, melalui doa yang tulus dan berkesinambungan. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Persekutuan Jaringan Doa Wanita (JDW) Yogyakarta yang digelar di kawasan Candrakirana, Sagan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang diikuti perempuan dari berbagai aras gereja di Kota Yogyakarta tersebut menjadi wadah persekutuan sekaligus penguatan komitmen spiritual untuk mendoakan kesejahteraan kota dan bangsa. Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Oka, yang turut berbaur bersama peserta dalam doa dan refleksi kebangsaan.
Dalam kesempatan itu ditegaskan bahwa membangun kota dan bangsa bukanlah tugas kelompok tertentu, tokoh tertentu, atau hanya melalui tindakan-tindakan besar. Sebaliknya, setiap warga negara memiliki peran dan tanggung jawab yang sama untuk menghadirkan kebaikan bagi lingkungan, masyarakat, dan negara sesuai kapasitas masing-masing.
Kaum perempuan, sebagai bagian penting dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat, dinilai memiliki kontribusi strategis dalam membangun peradaban yang damai dan sejahtera. Salah satu bentuk nyata kontribusi tersebut adalah melalui doa-doa yang dipanjatkan dengan ketaatan, kesungguhan, dan ketulusan hati.
Pesan tersebut selaras dengan firman Tuhan dalam Yeremia 29:7 yang berbunyi, *“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”* Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kesejahteraan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari kepedulian dan keterlibatan seluruh warganya, termasuk melalui dukungan spiritual yang diwujudkan dalam doa.
Penyuluh Agama Kristen Kantor Kemenag Kota Yogyakarta menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama dan semangat kebangsaan. Melalui persekutuan doa, masyarakat diajak untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, menjaga persatuan, serta memohon penyertaan Tuhan bagi kemajuan Kota Yogyakarta dan Indonesia.
Melalui kegiatan Persekutuan Jaringan Doa Wanita (JDW) Yogyakarta, para peserta juga membangun komitmen bersama untuk semakin sungguh-sungguh mendoakan kota dan bangsa. Harapannya, semangat doa tidak berhenti dalam pertemuan ini, tetapi terus menjadi gerakan yang menginspirasi lebih banyak orang untuk mengambil bagian dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera.
“Setiap orang dapat menjadi bagian dari pembangunan bangsa. Melalui doa yang tulus dan ketaatan kepada Tuhan, kita turut berkontribusi bagi kesejahteraan Kota Yogyakarta dan Indonesia,” ungkap salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.(Oka)


