Ronaldo, Piala Dunia 2026, dan Etos Kerja “Itqon

*
Yogyakarta (KUA Wirobrajan)–Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat dan Kanada menjadi panggung emosional sekaligus penutup karier megabintang Cristiano Ronaldo di ajang sepak bola terbesar jagat raya tersebut. Sepanjang enam edisi yang telah dilaluinya, dedikasi luar biasa Ronaldo menjadi sorotan dunia, tak terkecuali dalam ruang-ruang spiritualitas keagamaan di tanah air.
Fenomena inspiratif ini diangkat oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Agus Saeful Bahri, S.Ag., M.S.I., saat memberikan kultum di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kemenag Kota Yogyakarta pada Senin (13/7/2026).
Dalam tausiyahnya, ia mengaitkan etos kerja sang bintang dengan konsep Islam yang luhur, yaitu Itqon.
Dedikasi Tanpa Penyesalan
Dalam sesi wawancara menjelang laga krusial babak 16 besar melawan Spanyol, Ronaldo sempat menyatakan bahwa ia akan meninggalkan Piala Dunia dengan hati yang bersih tanpa penyesalan. Hal itu didasari karena ia merasa telah memberikan segalanya dan yang terbaik untuk sepak bola pekerjaan yang sangat dicintainya. Bertahun-tahun ia hidup dalam kerja keras, konsistensi, disiplin, profesionalisme, dan tanggung jawab yang tinggi. Baginya, menang atau kalah bukan lagi persoalan yang mengganggu pikiran, melainkan bagaimana ia telah memberikan seluruh dirinya untuk profesi tersebut, dan biarkan Tuhan melakukan yang dikehendaki-Nya.
Korelasi dengan Konsep Itqon
Agus Saeful Bahri menjelaskan bahwa sikap totalitas yang ditunjukkan Ronaldo sangat selaras dengan prinsip kerja dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai jika salah seorang di antara kalian mengerjakan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqon.”(HR. Thabrani dari Aisyah RA).
Secara bahasa, konsep itqon memiliki tiga makna utama yang tercermin kuat dalam perjalanan karier Cristiano Ronaldo:
1. Sungguh-sungguh:Totalitas dalam berikhtiar dan tidak setengah-setengah.
2.Tekun/Konsisten/Istiqomah: Mampu menjaga performa dan kedisiplinan dalam jangka panjang (terbukti dari 6 edisi Piala Dunia yang diikuti Ronaldo).
3. Bertanggung Jawab/Profesional: Memiliki dedikasi tinggi, integritas dan menghargai profesi yang dijalani.
Melalui momentum Piala Dunia 2026 ini, jamaah kultum diajak untuk meneladani esensi nilai itqon tersebut. Bukan sekadar tentang sepak bola, melainkan bagaimana setiap Muslim mampu menerapkan kerja keras, profesionalisme, integritas dan ketulusan dalam setiap profesi serta pengabdian sehari-hari demi menggapai rida Allah SWT.(Saeful)



