Di Usia Senja, Lansia Tetap Berharga dan Dikasihi Tuhan

Yogyakarta (Garakat) – Usia senja bukan alasan untuk kehilangan harapan dan sukacita. Melalui perhatian, doa, dan pendampingan iman, para lansia tetap dapat merasakan kasih Tuhan yang menguatkan dan memelihara martabat mereka. Semangat inilah yang dihadirkan Penyuluh Agama Katolik melalui pembinaan iman bagi para lansia, Senin (31/8/2026).
Pembinaan iman yang berpusat pada Injil Lukas 13:10–17 tersebut mengajak para lansia untuk merenungkan kasih Yesus yang memulihkan seorang perempuan yang telah 18 tahun mengalami sakit hingga tubuhnya membungkuk. Perjumpaan dengan Yesus membawa pemulihan sekaligus mengembalikan martabat perempuan tersebut.
Dalam renungannya, Penyuluh Agama Katolik Kristoforus Moses Jamwav mengungkapkan bahwa kasih Yesus juga hadir di tengah kehidupan para lansia. Kehadiran-Nya nyata melalui kunjungan, perhatian, pendampingan, dan kepedulian yang diberikan kepada mereka.
Sebagaimana Yesus menjamah dan menyembuhkan perempuan yang menderita, demikian pula kasih-Nya terus bekerja melalui orang-orang yang bersedia hadir dan melayani sesama. Para lansia diajak menyadari bahwa mereka tetap berharga, dikasihi, dan memiliki martabat sebagai manusia serta umat Allah.
Usai renungan, kegiatan dilanjutkan dengan Doa Rosario yang didaraskan secara bergiliran. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika lagu-lagu rohani dilantunkan. Para lansia mengikuti dengan penuh semangat, bernyanyi, dan bersukacita bersama dalam suasana yang hangat dan penuh persaudaraan.
Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan iman sekaligus kesempatan bagi para lansia untuk berbagi kebersamaan. Di tengah keterbatasan yang mungkin menyertai usia senja, perhatian sederhana dan kehadiran yang tulus dapat menjadi penguat hati serta menghadirkan kebahagiaan.
Pembinaan iman tersebut diikuti tujuh lansia beragama Katolik dan Kristen, satu Penyuluh Agama Kristen, satu relawan Kristen, serta dua Penyuluh Agama Katolik, yaitu Arnoldus Suluh Dwicandra, S.S., dan Kristoforus Moses Jamwav, S.E.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Katolik berharap pendampingan iman bagi para lansia terus menjadi wujud nyata kasih Tuhan, sekaligus meneguhkan bahwa setiap pribadi, pada setiap tahap kehidupannya, tetap layak dihormati, diperhatikan, dan dikasihi.(utha)



