Dari Pinggir Winongo, Cahaya Al-Qur’an Terus Menyala

YOGYAKARTA (KUA Wirobrajan) – Di tepian Kali Winongo, di tengah padatnya aktivitas warga Gampingan, ada semangat yang terus dijaga: belajar membaca Al-Qur’an, meski usia tak lagi muda.
Semangat itu terlihat dalam kegiatan MTCQ (Majelis Tahsin dan Cinta Qur’an) di Mushola Al Ikhwan Gampingan, Kamis (10/9/2026). Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Wirobrajan, Berlin Sunardi, Pretty Etika, dan Agus Saiful Bahri, kembali hadir mendampingi warga dalam belajar Al-Qur’an.
Kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah. Selain menjadi bagian dari pembiasaan ibadah, salat berjamaah menjadi cara sederhana untuk memakmurkan mushola dan mempererat kebersamaan warga.
Usai salat, suasana berlanjut dengan belajar Al-Qur’an. Para jamaah, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu lanjut usia, belajar sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang masih berlatih melalui Iqra’, ada pula yang mulai memperbaiki bacaan melalui tahsin Al-Qur’an.
Tidak ada rasa malu untuk belajar dari awal. Tidak pula ada batasan usia untuk kembali membuka dan membaca Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, jamaah sangat antusias mengikuti pembelajaran. Semangat mereka luar biasa, meskipun sebagian besar sudah lanjut usia,” ujar Berlin Sunardi.
Mushola Al Ikhwan berada di kawasan Gampingan, di pinggir Kali Winongo dan sebelah utara Pasar Serangan. Di tengah kawasan permukiman yang cukup padat tersebut, kehadiran penyuluh menjadi bagian dari upaya KUA Wirobrajan menghadirkan layanan keagamaan yang dekat, mudah dijangkau, dan benar-benar dirasakan masyarakat.
Bagi para penyuluh, semangat jamaah justru menjadi energi untuk terus hadir. Sebab, literasi Al-Qur’an bukan sekadar mengajarkan seseorang agar mampu membaca huruf demi huruf. Lebih dari itu, ia adalah ikhtiar menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan menjadikannya semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dari sebuah mushola di pinggir Winongo, langkah itu terus dirawat. Mungkin dimulai dari satu huruf, satu ayat, dan satu pertemuan. Namun dari langkah-langkah kecil itulah, cahaya Al-Qur’an terus menyala di tengah masyarakat.[ekoAW]



