Berita

Bersih Masjid, Beres Wakaf: KUA Jetis Sambangi Adz-Dzakirin

YOGYAKARTA (KUA Jetis) – Masjid bukan sekadar tempat ibadah. Ia menjadi ruang bertemunya umat, tempat tumbuhnya kepedulian, sekaligus pusat berbagai aktivitas keagamaan masyarakat. Karena itu, menjaga masjid bukan hanya soal kebersihan fisiknya, tetapi juga memastikan pengelolaan dan keberlangsungannya berjalan dengan baik.

Semangat tersebut hadir dalam kegiatan SAMBER MAS Edisi #1 (Sambang dan Bersih-Bersih Masjid) yang digelar KUA Jetis bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Adz-Dzakirin, Bumijo, Jumat (11/9/2026).

Sejak pukul 08.00 WIB, ASN KUA Jetis bersama pengurus DMI, takmir, dan jamaah bergotong royong membersihkan lingkungan masjid. Suasana penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap bersama.

Namun, SAMBER MAS tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih. Momentum tersebut juga dimanfaatkan KUA Jetis untuk menyambung silaturahmi sekaligus menyapa takmir dan jamaah secara langsung, termasuk menyampaikan informasi penting terkait pengelolaan masjid.

Kepala KUA Jetis sekaligus Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), M. Fauzan Fatkhulloh, S.H.I., mengingatkan pentingnya memastikan aset wakaf, khususnya tanah masjid, memiliki pencatatan dan administrasi yang jelas.

Menurutnya, pencatatan wakaf bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi bagian penting dari upaya menjaga keberadaan dan keberlanjutan masjid.

“Pencatatan wakaf penting karena menyangkut status tanah masjid. Jika tidak segera diurus, ke depan bisa berpotensi menimbulkan konflik atau hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga masjid juga berarti menjaga amanah umat. Legalitas dan administrasi wakaf yang tertib akan memberikan kepastian hukum sekaligus membantu melindungi aset keagamaan agar dapat terus dimanfaatkan generasi berikutnya.

Selain persoalan wakaf, KUA Jetis juga mengenalkan berbagai program kepenyuluhan agama kepada takmir dan jamaah. Penyuluh Agama Islam KUA Jetis, Dwi Muryanto, S.P., memaparkan sejumlah kegiatan pembinaan yang rutin dilakukan, antara lain pembinaan majelis taklim, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Jetis untuk memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya melalui masjid dan musala di wilayah Kemantren Jetis.

Melalui SAMBER MAS, KUA Jetis menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan tidak harus selalu berlangsung di balik meja kantor. Dengan menyambangi masjid, membersihkan bersama, berdialog dengan takmir, dan mendengar kebutuhan jamaah, KUA hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Dari masjid yang bersih, silaturahmi yang hangat, hingga wakaf yang tertata, ikhtiar kecil itu diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga masjid tetap hidup, aman, dan terus memberi manfaat bagi umat.[nz]

Leave a Reply