Tak Sekadar Mengajar Ngaji, Penyuluh Wirobrajan Semai Generasi Qur’ani

YOGYAKARTA (KUA Wirobrajan) – Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak harus menunggu anak tumbuh dewasa. Semakin dini dikenalkan, semakin besar peluang nilai-nilai Al-Qur’an tumbuh menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Semangat inilah yang dibawa Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Wirobrajan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan Al-Qur’an di SDN Tamansari 3, Jumat (11/9/2026).
Dua penyuluh, Rachimatullaili dan Titi Patia, hadir mendampingi para siswa belajar membaca Al-Qur’an. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh semangat, keduanya tidak hanya membimbing bacaan, tetapi juga mengajak anak-anak mengenal Al-Qur’an dengan cara yang menyenangkan.
Bagi para siswa, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang berbeda. Mereka dapat berlatih membaca Al-Qur’an secara langsung sekaligus mendapatkan dorongan untuk terus belajar dan mencintai kitab sucinya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi Al-Qur’an KUA Wirobrajan dalam upaya mengentaskan buta huruf Al-Qur’an. Gerakan tersebut tidak hanya menyasar masyarakat secara umum, tetapi juga diperluas ke lingkungan pendidikan sebagai ruang penting dalam membentuk generasi Qur’ani.
Kehadiran penyuluh agama di sekolah menjadi bentuk nyata bahwa dakwah dapat hadir di berbagai ruang kehidupan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi tempat tumbuhnya karakter, akhlak, dan kecintaan kepada Al-Qur’an.
Melalui langkah sederhana—mendampingi, mengajarkan, dan menyemangati—KUA Wirobrajan terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang dekat, edukatif, dan berdampak.
Sebab, ketika satu anak mulai lancar membaca Al-Qur’an, sesungguhnya sebuah harapan sedang dinyalakan: lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan membawa nilai-nilainya dalam kehidupan.[ekoAW]



