Berita

Cerpen Kirana Kejora Karya Siswa MAN 2 Yogyakarta Raih Juara 2 Lomba Cerpen

Yogyakarta (MAN2Yogyakarta) – Kemampuan menulis menjadi salah satu ketrampilan yang harus terus diasah. Dengan menulis dapat melatih kepekaan pada apa yang ada di sekitar. Setidaknya itulah yang terpikirkan oleh Salwa Aulia Az-Zahra siswa kelas X IBB. Berkat keberanian dan ketekunannya untuk belajar dan mengembangkan bakat menulisnya, Salwa berhasil meraih juara 2 pada event yang digelar oleh Cahaya Pelangi Media. Mengusung tema Insan Bernama Wanita, Salwa berhasil bersaing dengan 30 penulis lainnya sehingga cerpen dengan judul Kirana Kejora terpilih menjadi juara 2.

Bercerita tentang ketegaran sosok gadis remaja yang menyimpan luka di masa lalunya, Salwa menggambarkan sosok Kejora sebagai pribadi yang kuat dalam menaklukkan segala tantangan hidupnya hingga Kejora dipertemukan dengan lelaki idamannya.

Cerpen berjudul Kirana Kejora ini kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul Surga Dunia. Sebagai juara 2 Salwa berhak mendapatkan Piala Marmer Kejuaraan, hoddie, sweater, sertifikat cetak dan E-Sertifikat. Salwa mengungkapkan rasa syukurnya dan berpesan “ Untuk semua teman-temanku, jangan pernah merasa takut untuk mencoba. Dan jangan merasa takut untuk kalah, takutlah jika kita tidak pernah mencoba”. Salwa juga menambahkan bahwa awalnya dia tidak percaya ketika karyanya dinyatakan masuk dalam 3 besar. Sempat berfikir bahwa yang penting mencoba, kalah menang tidak menjadi masalah, namun begitu mendapatkan informasi dari panitia bahwa karyanya terpilih menjadi juara 2, maka Salwa sangat senang dan bersyukur.

Kepala MAN 2 Yogyakarta Drs. H. Mardi Santosa memberi apresiasi tinggi, bersyukur, dan berterima kasih atas capaian prestasi Salwa Aulia Az-Zahra. “Terus asah bakat dan talenta yang dimiliki, sebagai jalan lapang untuk meraih cita-cita. Melalui prestasi, Ananda Salwa dapat memperoleh kursi di Perguruan Tinggi pilihan melalui jalur prestasi. Jadikan capaian prestasi sebagai momentum untuk menempa diri menjadi pribadi yang Tangguh,” harapnya kepada Salwa yang didampingi wali kelas XIBB dan Kanit ILC (International Language Class), Diah Wiji Astuti , S.S.

MAN 2 Yogyakarta dengan jargonnya, “Ukur Prasasti dengan Prestasi,” terus mendorong segenap civitas akademika mengasah bakat dan talenta yang dimiliki untuk menjadi pribadi-pribadi kompetitif dan tangguh di jaman globalisasi dan digitalisasi. (diw-pus)

Back to top button