Cahaya Dzuhur Jadi Sarana Edukasi Kepenghuluan, KUA Ngampilan Sosialisasikan Layanan Nikah kepada Jemaah

Yogyakarta (KUA Ngampilan) – Penghulu KUA Ngampilan, Muhammad Zimamul Wafi, S.H., memanfaatkan momentum Program Cahaya Dzuhur untuk menyampaikan informasi kepenghuluan kepada masyarakat, Senin (8/6/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan program Sambas (Sambang Masjid) tersebut berlangsung di Masjid Al Islah, Ngadiwinatan, Kemantren Ngampilan, seusai pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah.
Dalam tausiyah singkatnya, Muhammad Zimamul Wafi memberikan edukasi kepada jemaah mengenai berbagai layanan kepenghuluan yang tersedia di KUA. Materi yang disampaikan meliputi alur pendaftaran nikah, persyaratan administrasi perkawinan, ketentuan batas usia perkawinan sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, hingga pentingnya mengikuti bimbingan perkawinan bagi calon pengantin.
Selain itu, jemaah juga mendapatkan pemahaman mengenai upaya pencegahan pernikahan dini sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas dan berketahanan. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan sosial dalam memasuki kehidupan berumah tangga.
“Program Cahaya Dzuhur sekaligus Sambas ini efektif karena jemaah sedang berkumpul. Kami selipkan informasi kepenghuluan agar masyarakat lebih paham prosedur nikah yang benar dan tidak mudah percaya kepada calo,” jelas Zimam.
Sementara itu, Kepala KUA Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I., mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh penghulu dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, Program Cahaya Dzuhur dan Sambas tidak hanya menjadi media dakwah, tetapi juga sarana edukasi publik yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung hingga tingkat akar rumput.
“Kegiatan seperti ini penting untuk mendekatkan layanan KUA kepada masyarakat. Dengan informasi yang benar dan mudah dipahami, masyarakat dapat memanfaatkan layanan KUA secara optimal,” ujarnya.
KUA Ngampilan berkomitmen untuk terus melanjutkan Program Cahaya Dzuhur secara bergilir di masjid-masjid se-Kemantren Ngampilan. Tema-tema yang diangkat akan disesuaikan dengan kebutuhan jemaah, khususnya terkait layanan kepenghuluan, ketahanan keluarga, serta berbagai program keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.[janti]



