Biar Nggak Kendor! SiSaPa Kemenag Yogya Bahas Jurus Rawat WBBM

Yogyakarta — Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Siaran Sapa Pagi (SiSaPa) pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kankemenag Kota Yogyakarta, dengan jumlah partisipan terpantau sebanyak 148 orang. Dipandu host Zahara Emilya Girsang, S.Ag., Operator Niken Dyan Kusumastuti, S.Kom., Abdul Hamid, S.Kom., Faniya Rifqi Fauzi, S.Kom.
SiSaPa kali ini menghadirkan tiga narasumber yang membahas penguatan komitmen dalam merawat predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Narasumber pertama, Ketua Tim Zona Integritas sekaligus Kasubag TU, H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum., menyampaikan materi tentang Komitmen Pimpinan dalam Merawat WBBM. Mustafid menyampaikan KPK , Komitmen , Pengetahuan terus ditingkatkan dan ketiga Kolaborasi. Menurut Mustafid bahwa komitmen pimpinan merupakan kunci utama dalam mempertahankan predikat WBBM, melalui konsistensi menjaga integritas, peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan, serta upaya pencegahan korupsi secara masif.
Lebih lanjut, Ahmad Mustafid menekankan pentingnya pimpinan menjadi role model atau teladan dalam integritas dan disiplin, sekaligus mampu menularkan semangat WBBM kepada seluruh pegawai.
Narasumber kedua, Analis SDM Ahli Pertama, Lipursari, S.E., M.M., memaparkan penguatan pada enam area perubahan. Ia menjelaskan bahwa perbaikan harus terus dilakukan secara berkelanjutan pada aspek manajemen perubahan, penataan tatalaksana, manajemen SDM, akuntabilitas, pengawasan, dan kualitas pelayanan.

Selain itu, Lipursari juga menyoroti pentingnya pemenuhan data dukung yang valid, efektif, dan mutakhir sebagai bagian dari evaluasi capaian WBBM. Ia juga mendorong inovasi pelayanan berbasis teknologi informasi guna menciptakan layanan yang cepat, modern, dan bebas pungutan liar. Tidak kalah penting, ia menekankan perlunya kampanye budaya anti-korupsi serta keterlibatan aktif seluruh pegawai dalam membangun komitmen bersama.

Sementara itu, narasumber ketiga, Analis SDM Ahli Muda, H. Zainudin Ahmad, S.I.P., menjelaskan bahwa upaya merawat predikat WBBM di lingkungan Kementerian Agama harus didasarkan pada penerapan lima nilai budaya kerja Kemenag. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa implementasi nilai budaya kerja tersebut diwujudkan melalui sikap tegas menolak suap, gratifikasi, dan pungutan liar dalam segala bentuk pelayanan, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam pengelolaan anggaran.
Melalui kegiatan SiSaPa ini, diharapkan seluruh ASN Kankemenag Kota Yogyakarta semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan merawat predikat WBBM, sekaligus terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Siaran Sapa Pagi Di tutup dengan closing statemen dari Kepala Kankemenag Kota Yogyakarta H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M. Eng. Menurut Ahmad Shidqi bahwa kemenag kota Yogyakarta itu ibarat pohon yang besar dan telah berbuah, maka jika ada hamanya akan langsung segera dibasmi. [Ara]



