Penyuluh Agama KUA Danurejan Ikuti Silaturahmi Kapolresta Yogyakarta Bersama Forkompintren

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Danurejan, H. Sujoko Suwono, S. Ag., MSI menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Yogyakarta yang diselenggarakan di Kantor Kemantren Danurejan, Jalan Hayam Wuruk No. 28 Yogyakarta, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren (Forkompintren) Danurejan, di antaranya Mantri Pamong Praja (MPP) Danurejan beserta jajaran, KUA, Danramil, Kapolsek, Kepala Puskesmas Danurejan 1 dan 2, serta para Lurah se-Kemantren Danurejan.
Mantri Pamong Praja Danurejan, Bambang Endro Wibowo, S.IP., M.Si., dalam sambutannya, menyampaikan bahwa wilayah Danurejan memiliki sejumlah aset vital, seperti Kantor Gubernur DIY, DPRD DIY, dan Stasiun Lempuyangan. Menurutnya, tingginya aktivitas di kawasan tersebut menyebabkan kondisi lalu lintas, khususnya di sekitar Stasiun Lempuyangan, cukup padat dan membutuhkan perhatian bersama.
Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol. Ari Styanto Wibowo, menyampaikan bahwa dirinya mulai bertugas di Polresta Yogyakarta sejak Juni 2026, sedangkan serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dengan baik antara Polresta dan Forkompintren Danurejan dapat terus ditingkatkan. Kapolresta juga menuturkan bahwa kepadatan lalu lintas merupakan konsekuensi Yogyakarta sebagai kota wisata yang selalu dirindukan masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran aparat kepolisian diharapkan mampu memberikan pelayanan dan pengaturan lalu lintas yang optimal.
Terkait rencana penerapan kawasan full pedestrian di Malioboro pada akhir tahun 2026, Kapolresta menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar kebijakan tersebut dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan gejolak. Menurutnya, pendekatan yang santun dan berbudaya sesuai karakter masyarakat Yogyakarta yang guyub rukun menjadi kunci keberhasilan kebijakan tersebut.
Selain itu, ia juga mengusulkan pelaksanaan Car Free Day setiap hari Jumat sebagai salah satu upaya mengurangi polusi udara bisa dimulai dari sekarang. Kapolresta mengapresiasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Danurejan yang relatif kondusif serta berharap seluruh unsur Forkompintren terus berperan aktif sebagai mitra strategis kepolisian. Ke depan, pihaknya juga berencana lebih sering turun langsung ke kelurahan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Pada sesi dialog, Kapolresta meminta masukan dari para peserta, termasuk dari KUA Danurejan. Mewakili KUA, H. Sujoko Suwono menyampaikan keprihatinannya terhadap masih terjadinya pernikahan dini yang kerap menjadikan KUA sebagai pihak yang disalahkan. Ia menegaskan bahwa setiap permohonan pernikahan yang tidak memenuhi batas usia sesuai ketentuan selalu ditolak oleh KUA. Sujoko berharap program kepolisian seperti “Ibu Memanggil” dan kegiatan school education semakin diintensifkan sebagai upaya preventif untuk mencegah pernikahan dini akibat kehamilan di luar nikah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada masa depan generasi muda, tetapi juga berpotensi memunculkan kasus stunting baru.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Yogyakarta beserta jajarannya menyatakan kesiapan untuk memperkuat program edukasi dan pencegahan dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk KUA, pemerintah kemantren, serta unsur Forkompintren lainnya.
Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kemantren Danurejan. (Jk)



