Kemenag Kota Yogyakarta Dorong MAN 1 Tembus Standar Global

Yogyakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus mendorong transformasi madrasah agar mampu bersaing di tingkat global. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, saat membuka Rapat Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan MAN 1 Yogyakarta di Meeting Room BSI KC Sudirman, Kamis (9/7/26).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Shidqi juga melaunching Ulil Albab Journal, mengukuhkan Agen Perubahan MAN 1 Yogyakarta, serta menyaksikan peluncuran kelas internasional sebagai bagian dari upaya penguatan mutu dan daya saing madrasah. Kegiatan dihadiri guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Yogyakarta, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, serta Ketua Komite Madrasah.
Ahmad Shidqi mengapresiasi seluruh jajaran MAN 1 Yogyakarta yang terus menunjukkan komitmen membangun budaya kerja dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Menurutnya, rapat kerja harus dimaknai sebagai forum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus menyusun perencanaan yang terarah bagi pengembangan madrasah.

“Rapat kerja harus menjadi forum terbaik untuk mengevaluasi capaian sekaligus merencanakan langkah-langkah ke depan. Setiap guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting sesuai tugas dan fungsinya dalam mewujudkan kemajuan MAN 1 Yogyakarta,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang terbuka terhadap kritik, saran, dan berbagai masukan konstruktif. Dengan demikian, setiap program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan madrasah dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.
Mengusung tema “Elevating Madrasah to Global Standards: Synergy, Innovation, and Excellence“, Ahmad Shidqi berharap rapat kerja tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi pedoman dalam menyusun program dan kebijakan strategis selama satu tahun ke depan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar seluruh mandat Kementerian Agama dapat diimplementasikan secara optimal di MAN 1 Yogyakarta, khususnya dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Menurutnya, dengan sumber daya, prestasi, dan budaya kerja yang telah dimiliki, MAN 1 Yogyakarta memiliki peluang besar untuk meraih predikat tersebut.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta menyampaikan bahwa tema rapat kerja tahun ini menjadi semangat bersama dalam mengakselerasi transformasi madrasah menuju standar global. Bertepatan dengan pelaksanaan raker, MAN 1 Yogyakarta juga resmi melaunching kelas internasional sebagai ikhtiar memperluas daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menjelaskan bahwa pencapaian madrasah berstandar global harus diwujudkan melalui penguatan tata kelola, inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi. Disiplin, kerja keras, penguatan budaya kerja yang berakhlak, serta pelaksanaan program-program yang berdampak menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi tersebut.
Melalui rapat kerja ini, Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap MAN 1 Yogyakarta semakin adaptif terhadap perubahan, mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan, serta terus memperkuat kualitas tata kelola dan layanan pendidikan sehingga menjadi madrasah unggul, berintegritas, dan berdaya saing global.(Nis)


