Berita

Kemenag Kota Yogyakarta Matangkan Lomba KTI dan Video Pendek Hari Santri

Yogyakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta mematangkan persiapan lomba karya tulis ilmiah (KTI) dan video pendek dalam rangka menyambut Hari Santri 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemenag Kota Yogyakarta memperkuat syiar keagamaan sekaligus menghadirkan ruang kreatif dan edukatif bagi santri.

Persiapan lomba dibahas dalam rapat yang berlangsung di Ruang PPID Kemenag Kota Yogyakarta, Senin (28/9/2026). Rapat dipimpin Kasubbag Tata Usaha H. Ahmad Mustafid, bersama Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) H. Saeful Anwar, serta diikuti tim yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba.

Dalam pembahasan, panitia membentuk dua tim utama, yakni Tim Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Tim Video Pendek. Kedua tim akan merumuskan secara lebih teknis konsep, mekanisme, serta ketentuan lomba dengan mengangkat tema besar “Ekoteologi”.

Tema tersebut menjadi ruang untuk menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mendorong santri agar mampu menerjemahkan nilai agama ke dalam gagasan dan aksi yang relevan dengan persoalan kehidupan.

Persiapan lomba juga diarahkan untuk menghasilkan kegiatan yang tidak sekadar bersifat kompetitif, tetapi menjadi media syiar dan edukasi dalam menyemarakkan Hari Santri. Sebagai lembaga yang memiliki tugas dalam pelayanan keagamaan dan pendidikan Islam, Kemenag Kota Yogyakarta berupaya menghadirkan kegiatan yang mendorong kreativitas, literasi, serta kepedulian santri terhadap lingkungan.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan UPZ Kemenag Kota Yogyakarta, termasuk dalam penyediaan hadiah bagi para pemenang. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari sinergi internal Kemenag Kota Yogyakarta untuk menghadirkan peringatan Hari Santri yang lebih partisipatif, edukatif, dan berdampak.

Melalui lomba KTI dan video pendek bertema ekoteologi, Kemenag Kota Yogyakarta berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada seremoni, tetapi turut melahirkan gagasan dan karya santri yang membawa pesan keagamaan sekaligus kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.(Nis)

Leave a Reply