Berita

455 Anak RA se-Kota Yogyakarta Ikuti Manasik Haji dan Gebyar Sholawat, Tanamkan Cinta Ibadah Sejak Dini

Yogyakarta (Kemenag Kota Yogyakarta) Sebanyak 456 anak Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Yogyakarta mengikuti kegiatan Manasik Haji dan Gebyar Sholawat Anak RA Tingkat Kota Yogyakarta pada Rabu (21/10/2026) dilaksanakan di Pusdiklat Haji dan Umroh ‘Aisyiyah DIY,. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual untuk mengenalkan tata cara ibadah haji sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak sejak usia dini.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Hj. Ratini, M.S.I., Ketua Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kota Yogyakarta, Lina Mariana, M.A., serta Ketua Panitia, Triyas Apriyani, M.Pd.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan khidmat. Anak-anak mengikuti rangkaian manasik haji sekaligus kegiatan Gebyar Sholawat sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini. Melalui simulasi manasik haji, anak-anak diajak mengenal tahapan pelaksanaan ibadah haji melalui pengalaman langsung yang disesuaikan dengan karakteristik dan tahap perkembangan anak usia dini. Dengan mengenakan pakaian ihram, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang membantu mereka membangun pemahaman awal tentang ibadah haji sebagai salah satu rukun Islam.

Manasik haji anak bukan sekadar kegiatan praktik keagamaan, melainkan juga bagian dari proses pembentukan karakter. Nilai-nilai kedisiplinan, kesabaran, kemandirian, kebersamaan, dan ketaatan diperkenalkan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Ketua KKRA Kota Yogyakarta, Lina Mariana, M.A., menempatkan kegiatan manasik haji sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang menghadirkan pengalaman konkret bagi anak. Melalui kegiatan seperti ini, pengenalan ibadah tidak berhenti pada penjelasan verbal, tetapi memberikan kesempatan kepada anak untuk melihat, mengalami, dan mempraktikkan tahapan ibadah secara sederhana.

Kegiatan yang diikuti 456 anak dari RA se-Kota Yogyakarta ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antarlembaga pendidikan dalam menghadirkan pembelajaran keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Pengalaman mengikuti manasik diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan terhadap ibadah, serta kerinduan untuk suatu saat dapat berkunjung ke Tanah Suci.

Melalui kegiatan Manasik Haji Anak, RA se-Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan pendidikan agama yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembiasaan nilai dan pembentukan akhlak mulia. Dengan pendekatan belajar melalui pengalaman langsung, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mengenal ajaran Islam, mencintai ibadah, dan memiliki karakter positif sejak dini.(Zul)

Leave a Reply