1.750 Peserta Ikuti Upacara Hari Santri 2026 di Balai Kota Yogyakarta

Yogyakarta (Humas) — Semangat pengabdian, keikhlasan, dan kolaborasi dalam membangun bangsa mewarnai upacara peringatan Hari Santri 2026 di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 1.750 peserta ini menjadi momentum memperkuat peran santri, madrasah, dan pendidikan keagamaan dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, S.E., M.M., bertindak sebagai pembina upacara. Peserta terdiri atas ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, santri pondok pesantren se-Kota Yogyakarta, peserta didik Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), madrasah negeri dan swasta, organisasi kemasyarakatan Islam, serta tamu undangan dari Pemerintah Kota Yogyakarta.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema tersebut menegaskan bahwa santri tidak hanya memiliki peran dalam menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia, penguatan karakter, serta kemajuan bangsa.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menegaskan bahwa Hari Santri perlu dimaknai lebih dari sekadar peringatan seremonial. Nilai utama yang perlu diteladani adalah semangat mengabdi dan keikhlasan dalam mengambil bagian pada pembangunan negeri.

Menurutnya, semangat tersebut relevan dengan cita-cita mewujudkan generasi emas Indonesia. Santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki kapasitas keilmuan, karakter yang kokoh, kreativitas, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.
“Semangat mengabdi dan jiwa keikhlasan inilah yang harus kita teladani dalam pembangunan negeri. Melalui pendidikan dan pembinaan karakter, kita berharap lahir generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas,” demikian pesan yang sejalan dengan penekanan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 yang diselenggarakan Kemenag Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan ini, dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Lomba Video Kreatif bagi santri. Kedua kompetisi tersebut menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan daya pikir kritis, menyampaikan gagasan, serta mengekspresikan kreativitas melalui karya yang inspiratif dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Melalui kompetisi ini, santri didorong untuk tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga berani menyampaikan ide, mengembangkan potensi, dan mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan semangat membangun generasi yang produktif, adaptif, dan inovatif.
Dukungan terhadap pendidikan keagamaan masyarakat juga ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan insentif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta kepada perwakilan ustaz dan ustazah TPA. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 787 ustaz dan ustazah TPA se-Kota Yogyakarta sebagai bentuk perhatian terhadap peran para pendidik Al-Qur’an dalam membina generasi muda.

Keberadaan ustaz dan ustazah TPA memiliki arti penting dalam menanamkan fondasi keagamaan sejak dini. Melalui pembelajaran Al-Qur’an, pembiasaan akhlak mulia, dan pembinaan karakter, mereka turut berkontribusi dalam membentuk generasi yang religius, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
Rangkaian upacara semakin semarak dengan penampilan paduan suara siswa-siswi MAN 2 Yogyakarta. Penampilan tersebut menambah kekhidmatan acara sekaligus menunjukkan keterlibatan generasi muda madrasah dalam menyukseskan peringatan Hari Santri.
Peringatan Hari Santri 2026 di Kota Yogyakarta menjadi wujud sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan, pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan pendidikan dan pembinaan generasi muda berjalan berkesinambungan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Melalui momentum ini, Kemenag Kota Yogyakarta meneguhkan komitmen untuk terus mendukung penguatan pendidikan keagamaan, pengembangan potensi santri, serta peningkatan kualitas pembinaan generasi muda. Semangat santri diharapkan terus hadir dalam tindakan nyata: mengabdi dengan ikhlas, berkarya dengan ilmu, menjaga akhlak, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas.(Nis)



