Berita

Penyuluh Agama Gedongtengen Membersamai Pengajian Aisyiyah Suryowijayan, Bahas Keteladanan Rasulullah bagi Wanita Era Modern

Yogyakarta, Jumat, 4 September 2026 — Penyuluh Agama KUA Gedongtengen, Samsul Ma’arif, membersamai jamaah Pengajian Aisyiyah Suryowijayan dalam kegiatan Pengajian Jumat Berkah yang berlangsung di Gedung Dakwah Suryowijayan, Jumat (4/9/2026).

Pengajian kali ini mengangkat tema “Bagaimana Meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bagi Para Wanita di Era Modern”. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diikuti dengan antusias oleh para jamaah.

Dalam penyampaiannya, Samsul Ma’arif mengajak para jamaah untuk menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai teladan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah tidak hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga melalui akhlak, tutur kata, kepedulian, dan hubungan sosial dengan sesama. Salah satu hal penting yang perlu dijaga adalah lisan.

“Meneladani Rasulullah dapat dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya menjaga lisan. Jangan sampai lisan kita menjadi sebab munculnya fitnah, perselisihan, maupun sakit hati bagi orang lain,” pesannya.

Selain menjaga lisan, jamaah juga diajak untuk membangun akhlak mulia dengan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, seorang muslimah diharapkan tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan, keluarga, tetangga, dan masyarakat.

Samsul juga mengingatkan pentingnya saling menasihati dalam kebaikan. Nasihat hendaknya disampaikan dengan cara yang santun, penuh kasih sayang, dan tidak merendahkan orang lain. Dengan demikian, majelis pengajian tidak hanya menjadi tempat menambah ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk saling menguatkan dalam kebaikan.

“Wanita yang meneladani Rasulullah adalah wanita yang mampu menghadirkan keteduhan melalui akhlaknya, menjaga kehormatan dirinya, memberikan manfaat bagi sesama, serta terus mengajak kepada kebaikan dengan cara yang bijaksana,” ungkapnya.

Kegiatan Pengajian Jumat Berkah Aisyiyah Suryowijayan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi para jamaah untuk semakin memperkuat kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sekaligus menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial, para muslimah diharapkan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.[sams]

Leave a Reply