Berita

Zona Nyaman Bisa Mengkhianati Amanah

Yogyakarta (Humas) Amanah bukan sekadar kewajiban moral, tetapi tanggung jawab yang melekat pada setiap manusia, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, dalam kultum ba’da salat Asar di Musala Al-Ikhlas Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026).

Mengangkat tema amanah, Ahmad Shidqi menjelaskan bahwa dalam kehidupan manusia terdapat tanggung jawab besar yang pada awalnya tidak sanggup dipikul oleh langit, bumi, dan gunung, namun kemudian diterima oleh manusia. Amanah tersebut, menurutnya, dapat dipahami dalam dua dimensi.

Pertama, amanah ilahiyah, yakni amanah yang berkaitan dengan ketentuan dan hak prerogatif Allah SWT, terutama akidah dan syariah. Kedua, amanah insaniyah ijtihadiah, yaitu tanggung jawab manusia dalam membangun kehidupan dan peradaban dari waktu ke waktu, termasuk menjaga keseimbangan alam serta membangun hubungan sosial yang baik.

“Manusia diberi akal untuk mengusahakan kehidupan yang baik. Termasuk bagaimana menjaga harmonisasi sosial, menghormati tetangga, menolong sesama, dan hadir ketika orang lain membutuhkan,” tutur Ahmad Shidqi.

Ia kemudian mengaitkan konsep amanah tersebut dengan keseharian ASN Kementerian Agama. Menurutnya, keberadaan seseorang sebagai ASN di lingkungan Kemenag merupakan bagian dari kepercayaan yang harus dijawab melalui pelaksanaan tugas secara sungguh-sungguh.

Kesadaran bahwa pekerjaan merupakan amanah, lanjutnya, semestinya mendorong setiap pegawai untuk menjalankan kewajiban sebaik-baiknya, membangun kerja sama, serta memperkuat koordinasi. Sebaliknya, sikap merasa paling dibutuhkan atau paling mampu justru dapat menggerus semangat kolektif dalam organisasi.

Ahmad Shidqi juga mengingatkan bahwa lawan dari amanah adalah khianat. Karena itu, setiap ASN perlu kembali mengingat sumpah dan tanggung jawab jabatannya, terutama komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menilai, amanah juga menuntut seseorang untuk terus bertumbuh. Terjebak dalam zona nyaman tanpa kemauan untuk berikhtiar, berinovasi, dan mengembangkan kemampuan dinilai tidak sejalan dengan semangat menjalankan amanah.

“Ketika kita tidak memiliki ijtihad untuk bertumbuh, pada dasarnya kita tidak sedang menjalankan amanah dengan baik,” pesannya.

Menurutnya, profesionalitas ASN tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan secara administratif, tetapi juga dari kemauan untuk terus memperbaiki diri, berkolaborasi, dan memberikan manfaat. Sebaliknya, ketidakmampuan menjaga amanah dapat menghilangkan kepercayaan orang lain dan pada akhirnya merugikan diri sendiri maupun organisasi.

Kultum tersebut menjadi pengingat bagi jajaran Kemenag Kota Yogyakarta bahwa tugas kedinasan memiliki dimensi tanggung jawab yang lebih luas. Setiap pelayanan, koordinasi, keputusan, dan pekerjaan yang dilakukan merupakan bagian dari amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Menutup kultumnya, Ahmad Shidqi mengajak seluruh pegawai untuk terus menjaga amanah dan meningkatkan kualitas pengabdian dari hari ke hari.

“Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya dari hari ke hari,” pungkasnya.(Nis)

Leave a Reply