Workshop Implementasi KMA 1503 dan Penguatan KBC, MTsN 1 Yogya karta Hadirkan Narasumber Andal

Yogyakarta (Giwangan, Yogyakarta) – Bertempat di ruang Wijayakusuma, Taman Budaya Embung Giwangan dilaksanakan kegiatan Workshop Implementasi KMA 1503 dan Penguatan Kurikulum Madrasah Berbasis Cinta yang diadakan oleh MTsN 1 Yogyakarta. Tujuan kegiatan workshop adalah sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan komptensi guru dalam mengimplemtasikan KMA 1503 dan penguatan kurikulum madrasah berbasis cinta. Kegiatan workshop terbagi menjadi 2 hari pelaksanaan, yaitu pada Jumat (02/01/26) dan Senin (05/01/26).
Di hari pertama acara di awali dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala Madrasah, Musa Surahman.
“Kegiatan ini sangat penting bagi seluruh guru, karena akan di sampaikan berbagai hal terkait KMA 1503 dan bagaimana menerapkan kurikulum madrasah berbasis cinta kepada murid. Untuk itu saya berharap seluruh peserta menyimak dengan baik semua informasi dan mampu mengambil ilmu dari materi yang disampaikan narasumber, “kata Musa Surahman.
Narasumber yang hadir dalam kegiatan workshop dihari pertama diantaranya adalah Kepala Bidang Dikmad Kanwil Kemenag DIY, Sidik Purnomo, Kasi Dikmad Kemenag Kota Yogyakarta, Elfa Tsurayya, dan Septi Andari Putri, salah satu anggota tim penyusun KBC Kemenag RI.
Elfa Tsurayya menyampaikan beberapa poin materi terkait KMA 1503.
“Kita harus melakukan update upgrade kurikulum KBC di madrasah meskipun pada praktiknya belum sempurna karena masih berdampingan dengan KMA 450 tahun 2024. Membangun profil guru berbasis cinta hendaknya mampu mengintegrasikan ilmu dan amal dalam tugasnya sabagai guru, “kata Elfa Tsurayya.
Kabid Dikmad Kemenag DIY, Sidik Purnomo sebagai narasumber kedua juga memberikan pesannya.
” Madrasah perlu beradaptasi dengan regulasi baru seperti KMA 1503 tahun 2025, terutama poin-poin terkait pembelaharan mendalam, KBC, moderasi beragama dan lainnya, “jelas Sidik Purnomo.
Selain itu Sidik Purnomo juga menjabarkan 3 dosa besar ASN guru yang harus dihindari, yaitu tidak konsisten dengan komitmen kebangsaan,, gratifikasi dan intimasi atau intimidasi antara suami dan istri.
Pembicara terakhir di hari pertama workshop, Septi Andari Putri tampil dengan materi detail terkait KBC.
“Pada dasarnya implementasi KBC itu mempercepat tujuan pembelajaran mendalam diraih, KBC adalah roh dari pembelajaran mendalam yang menitikberatkan pada pengembangan karakter membentuk insan yang paripurna, “tegas Septi. (TPM)



