Berita

Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kemenag Kota Yogyakarta Lepas Nuriyah Memasuki Purna Tugas

Yogyakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 melalui upacara yang berlangsung di halaman kantor, Kamis (1/10/2026). Upacara diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kankemenag Kota Yogyakarta bersama para Kepala KUA se-Kota Yogyakarta.

Kepala Kankemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Shidqi membacakan Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila sebagai bagian dari refleksi kebangsaan sekaligus peneguhan komitmen seluruh jajaran Kementerian Agama dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pelaksanaan upacara tidak hanya menjadi momentum memperingati Hari Kesaktian Pancasila, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kebersamaan dan penghargaan atas pengabdian ASN di lingkungan Kankemenag Kota Yogyakarta. Upacara dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Purna Tugas serta SK Kenaikan Pangkat bagi ASN di lingkungan Kankemenag Kota Yogyakarta. Dua ASN menerima SK Purnatugas dan 11 ASN menerima SK Kenaikan Pangkat, serta penyerahan surat rekomendasi kepada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Karangkajen sebagai penyelenggara Kelas Olahraga Jenjang (MTs)

Pelaksanaan Upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan apel khusus pelepasan purna tugas Nuriyah Syafa’atun, ASN pada Seksi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kankemenag Kota Yogyakarta, yang telah mengabdikan diri selama kurang lebih 13 tahun.

Dalam sambutannya, Ahmad Shidqi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi Nuriyah selama menjalankan tugas sebagai bagian dari keluarga besar Kankemenag Kota Yogyakarta.

“Selama 13 tahun tentu banyak kebersamaan yang telah kita lalui. Hari ini kita melepas Ibu Nuriyah untuk kembali mengabdi di tengah masyarakat. Terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan selama ini,” ungkapnya.

Ahmad Shidqi juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan maupun hal-hal yang selama kebersamaan dalam menjalankan tugas mungkin kurang berkenan. Menurutnya, purna tugas bukanlah akhir dari hubungan kekeluargaan, melainkan bagian dari perjalanan pengabdian yang akan terus berlanjut di tengah masyarakat.

Sementara itu, Nuriyah dalam sambutan perpisahannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar Kankemenag Kota Yogyakarta yang selama ini telah memberikan bimbingan, dukungan, dan kebersamaan selama dirinya menjalankan tugas.

Ia mengaku banyak memperoleh ilmu dan pengalaman dari rekan-rekan kerja yang dengan sabar membimbingnya selama bertugas.

“Terima kasih kepada saudara-saudara di sini yang telah telaten membimbing saya. Ilmu yang diberikan kepada saya sangat bermanfaat,” tuturnya.

Secara khusus, Nuriyah juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kankemenag Kota Yogyakarta yang dinilainya telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan dan kenyamanan ASN dalam bekerja. Salah satunya melalui dukungan terhadap penyediaan sarana dan prasarana yang ramah bagi lanjut usia.

Di penghujung masa pengabdiannya, Nuriyah menyampaikan pesan kepada rekan-rekan yang masih bertugas agar terus menjaga suasana kerja yang harmonis dan penuh toleransi. Menurutnya, suasana kehidupan beragama di lingkungan Kankemenag Kota Yogyakarta selama ini telah memberikan rasa nyaman dalam bekerja dan membangun kebersamaan.

“Pesan saya, toleransi beragama di sini sudah baik. Sehingga kita berkeluarga di sini enak, nyaman, dan bahagia,” ungkapnya.

Selain itu, Nuriyah berpesan agar jajaran Kankemenag Kota Yogyakarta senantiasa meluangkan waktu untuk melaksanakan salat berjamaah. Ia mengajak seluruh pegawai memanfaatkan keluasan dan fasilitas yang telah tersedia di lingkungan kantor untuk meningkatkan kebersamaan dalam beribadah.

“Saya berharap kita bisa meluangkan waktu untuk melakukan salat berjamaah. Kita sangat bersyukur memiliki tempat dan fasilitas yang memadai untuk berjamaah,” pesannya.

Ia juga berharap setiap kegiatan kedinasan yang berlangsung di kantor dapat memperhatikan waktu ibadah, sehingga kegiatan dapat diselesaikan sebelum memasuki waktu salat.

Menutup sambutannya, Nuriyah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan kerja selama menjalani masa pengabdian.

“Saya mohon maaf. Selama kita bergaul, tentu ada salah dan khilaf. Mohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya.

Pelepasan tersebut berlangsung dalam suasana haru dan kekeluargaan. Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan kebersamaan selama bertugas, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada Nuriyah Syafa’atun dari keluarga besar Kankemenag Kota Yogyakarta.

Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya masa kedinasan Nuriyah sekaligus bentuk apresiasi institusi atas 13 tahun pengabdian yang telah diberikan. Kebersamaan yang terbangun selama masa tugas diharapkan tetap menjadi bagian dari ikatan kekeluargaan, meskipun status kedinasan telah berakhir.(Nis)

Leave a Reply