Berita

Tingkatkan Kualitas Publikasi, MAN 1 Yogyakarta Hadirkan Bramma Aji Putra

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – MAN 1 Yogyakarta terus mendorong penguatan keterampilan literasi dan publikasi murid melalui workshop publikasi bertajuk “Ink to Impact: Write with Purpose, Publish with Impact”, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia, Gedung SBSN lantai 3, ini menghadirkan Bramma Aji Putra, S.Kom., M.M., Ketua Tim Humas dan Komunikasi Publik Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai pemateri.

Workshop ini diikuti oleh murid yang tergabung dalam 11 organisasi bidang di MAN 1 Yogyakarta yang terdiri atas MPS, OSIS, KPGR-LG, KIR Liba, Bara Mansa, PMR, PIK-R Exalta, Tonti Sagara, Mansa Journalist, Satgas Galaksi, dan Romansa El Hakim. Kegiatan tersebut bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar menulis artikel berbentuk feature, sehingga mereka mampu mengolah berbagai kegiatan, pengalaman, prestasi, dan cerita inspiratif di lingkungan madrasah menjadi tulisan yang menarik, informatif, dan bermakna.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya kemampuan menulis bagi murid, tidak hanya sebagai keterampilan berbahasa, tetapi juga sebagai sarana mendokumentasikan kegiatan dan menyebarluaskan praktik baik organisasi. Edi mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, madrasah berharap murid tidak hanya aktif berkegiatan, tetapi juga mampu menceritakan kegiatan tersebut melalui tulisan yang berkualitas.

“Setiap organisasi memiliki pengalaman, program, dan prestasi yang dapat menjadi inspirasi bagi warga madrasah maupun masyarakat luas,” terang Edi.

Dalam pemaparannya, Bramma Aji Putra mengajak peserta mengenal tulisan feature sebagai karya jurnalistik yang menggali cerita di balik suatu peristiwa. Jika berita umumnya menekankan fakta utama secara langsung, feature memberikan ruang lebih luas untuk menghadirkan sisi manusiawi, suasana, pengalaman, dan makna dari sebuah kejadian. Bramma menjelaskan bahwa ide tulisan yang menarik tidak harus berasal dari peristiwa besar. Lingkungan madrasah dan aktivitas organisasi justru menyimpan banyak bahan tulisan yang dekat dengan kehidupan murid. Kegiatan sosial, program kerja organisasi, perjuangan meraih prestasi, kebiasaan positif, hingga sosok inspiratif di madrasah dapat dikembangkan menjadi artikel feature yang menarik untuk dibaca.

Oleh Bramma, murid-murid juga diperkenalkan pada lima langkah praktis dalam menulis feature, yaitu mengamati, bertanya, menggali informasi, menyusun tulisan, dan memeriksa kembali hasil tulisan. Melalui tahapan tersebut, murid diarahkan untuk menemukan ide, menentukan narasumber, melakukan wawancara, memverifikasi fakta, serta menyusun cerita secara runtut. Bramma menjelaskan bahwa menulis feature bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar. Kuncinya adalah kepekaan untuk menemukan cerita, keberanian untuk bertanya, dan ketelitian dalam menggali fakta.

“Dengan begitu, kegiatan yang mungkin terlihat biasa dapat menjadi tulisan yang membuat pembaca memahami, peduli, atau tergerak,” kata Bramma.

Selain mempelajari cara menggali ide dan menyusun cerita, Bramma juga mengajak murid-murid  memahami pentingnya membuat pembuka yang mampu menarik perhatian pembaca, menghadirkan kutipan narasumber yang relevan, serta menutup tulisan dengan makna, pelajaran, atau harapan yang konkret. Ketepatan fakta, penggunaan foto yang berizin, dan perlindungan data pribadi turut menjadi bagian penting dalam proses penulisan dan publikasi.

Sebagai bentuk latihan, peserta mendapatkan tantangan untuk merancang ide artikel feature dalam waktu 20 menit. Mereka diminta menentukan cerita yang akan diangkat, mengidentifikasi tokoh yang perlu diwawancarai, menulis dua hingga tiga kalimat pembuka, serta memikirkan dampak yang diharapkan dari tulisan tersebut. Latihan ini menjadi langkah awal bagi murid untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam karya tulis mereka sendiri.

Melalui workshop Ink to Impact, MAN 1 Yogyakarta berharap murid yang tergabung dalam organisasi bidang semakin terampil menulis artikel feature dan mampu mengembangkan budaya literasi di lingkungan organisasi masing-masing. Dengan keterampilan tersebut, berbagai kegiatan dan pengalaman murid tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga dapat diolah menjadi cerita yang menginspirasi dan memperkuat publikasi positif madrasah. (luf)

Leave a Reply