Tim Busana DWP Kankemenag Kota Yogyakarta Tampilkan “Srikandi Nusantara” dalam Caturwulan DWP Kemenag DIY

Gunungkidul (Humas) – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus melestarikan budaya Nusantara ditunjukkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Yogyakarta melalui penampilan Defile Tim Busana dalam kegiatan Caturwulan DWP Kemenag DIY, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di RM Limasan Seger Waras, Jalan Jogja–Wonosari Km 99, Karangsari, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, tersebut diikuti perwakilan DWP Kankemenag Kabupaten/Kota se-DIY.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Busana DWP Kankemenag Kota Yogyakarta yang terdiri dari Fatimah Musa, Andri Tahrir, Novika Anas, Suzana, dan Tutik Saeful Anwar tampil memperagakan busana adat Jawa dengan mengusung tema “Srikandi Nusantara.”
Konsep busana yang ditampilkan berupa kebaya batik jumputan bernuansa merah putih. Pilihan tersebut tidak hanya menampilkan keindahan busana tradisional Jawa, tetapi juga menjadi simbol semangat nasionalisme dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Yang menarik, penampilan “Srikandi Nusantara” tidak hanya mengandalkan busana. Setiap anggota tim juga membawa kipas tangan yang dihiasi tulisan-tulisan sarat pesan kebangsaan dan semangat pengabdian. Lima pesan yang ditampilkan meliputi:
- Dirgahayu RI ke-81
- Indonesia Berdaulat
- Adil dan Makmur
- Cetak Generasi Berprestasi Penuh Empati
- Dedikasi DWP Kemenag Jogja Istimewa
Kipas tangan tersebut menjadi bagian dari properti penampilan sekaligus media penyampai pesan. Setiap tulisan melengkapi filosofi “Srikandi Nusantara” sebagai representasi perempuan Indonesia yang tidak hanya anggun dalam budaya, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan, kepedulian, dan dedikasi dalam pengabdian.
Pesan “Dirgahayu RI ke-81” menjadi ungkapan rasa syukur dan kebanggaan atas kemerdekaan Indonesia. Sementara tulisan “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” merefleksikan harapan terhadap Indonesia yang semakin kuat, mandiri, sejahtera, dan menjunjung keadilan.
Adapun pesan “Cetak Generasi Berprestasi Penuh Empati” menegaskan pentingnya peran keluarga dan perempuan dalam membangun generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kepedulian, karakter, dan empati terhadap sesama.
Sementara slogan “Dedikasi DWP Kemenag Jogja Istimewa” menjadi penegasan komitmen DWP Kankemenag Kota Yogyakarta untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui berbagai program yang mendukung keluarga, organisasi, serta masyarakat.
Tema “Srikandi Nusantara” sendiri merepresentasikan sosok perempuan Indonesia yang tangguh, berkarakter, berbudaya, dan memiliki semangat pengabdian. Sosok Srikandi menjadi simbol perempuan yang mampu berdiri teguh, berani mengambil peran, namun tetap menjunjung nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Nuansa merah putih pada kebaya jumputan semakin memperkuat pesan nasionalisme. Warna merah merepresentasikan keberanian dan semangat, sedangkan putih melambangkan ketulusan dan kesucian dalam menjalankan pengabdian.
Penampilan Tim Busana DWP Kankemenag Kota Yogyakarta mendapat perhatian dalam rangkaian defile busana adat Nusantara. Kekompakan tim, busana kebaya jumputan merah putih, serta kipas tangan dengan pesan-pesan kebangsaan menjadikan penampilan “Srikandi Nusantara” bukan sekadar parade busana, melainkan sebuah pertunjukan visual yang membawa pesan budaya, nasionalisme, pendidikan, dan pengabdian.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari komitmen DWP Kankemenag Kota Yogyakarta untuk terus melestarikan budaya Nusantara melalui kreativitas dan kegiatan positif. Busana adat tidak sekadar dikenakan sebagai pakaian, tetapi menjadi media untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui “Srikandi Nusantara”, DWP Kankemenag Kota Yogyakarta meneguhkan pesan bahwa perempuan Indonesia dapat terus berkarya, berbudaya, mendidik generasi, dan mengabdi untuk negeri dengan tetap berpegang pada jati diri Nusantara.
Dalam semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Srikandi Nusantara” hadir membawa satu pesan utama: merawat budaya, menumbuhkan empati, mencetak generasi berprestasi, dan mengabdikan diri untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. [Ara]



