Berita

Tiga Penyuluh KUA Ngampilan Kuatkan Tekad Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di MDA SDN Timuran

Yogyakarta (KUA Ngampilan) — Tiga Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan, Afifah Nur Sansidar, S.Sos.I, Wintolo,SAg, dan Dr.H. Reza Bakhtiar Ramadhan,S.Hum, menguatkan komitmen dalam upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an melalui kegiatan pembelajaran di MDA SDN Timuran, Yogyakarta pada hari Selasa, 21/9/2026.

Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada kemampuan mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kecintaan anak terhadap Al-Qur’an.
Afifah Nur Sansidar mengatakan, pemberantasan buta huruf Al-Qur’an membutuhkan sinergi berbagai pihak, terutama antara penyuluh agama, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat.
“Anak-anak perlu mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan. Tidak cukup hanya bisa membaca, tetapi juga perlu ditumbuhkan rasa cinta dan kedekatan mereka dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Sementara itu, Wintolo menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Menurutnya, pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak harus dilakukan dengan pendekatan yang ramah sehingga mereka tidak merasa terbebani.
“Pembelajaran harus dibuat menyenangkan agar anak-anak memiliki semangat untuk terus belajar. Dengan pendampingan yang konsisten, kemampuan membaca Al-Qur’an dapat terus berkembang,” ungkapnya.

“Pemberantasan buta huruf Al-Qur’an merupakan tanggung jawab bersama. Kami ingin penyuluh tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar terlibat dalam proses pembinaan masyarakat, termasuk mendampingi anak-anak dalam belajar Al-Qur’an,” jelas Reza.
Ia berharap kegiatan pembelajaran di MDA SDN Timuran dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an di kalangan generasi muda.

Melalui pendampingan yang konsisten, diharapkan semakin banyak anak yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik serta tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an.(janti)

Leave a Reply