Berita

Tak Ada Kata Terlambat, KUA Ngampilan Bimbing Lansia Melek Al-Qur’an

YOGYAKARTA – Semangat belajar Al-Qur’an tak mengenal batas usia. Hal itu terlihat dalam Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an (PBHA) bagi lansia yang didampingi para Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan di Masjid Al Islah, Ngadiwinatan, Kelurahan Ngampilan, Kemantren Ngampilan.

Kegiatan yang berlangsung rutin dua kali dalam sepekan ini dibimbing oleh Janti Ristiani, S.Ag., bersama Siti Rohimah, S.Ag., dan Wintolo, S.Ag. Program tersebut bekerja sama dengan Pendidikan Al-Qur’an Usia Lanjut (PAUL) Al Islah dan diikuti puluhan lansia dengan antusias.

Berbeda dengan pembelajaran pada umumnya, bimbingan PBHA bagi lansia dilakukan dengan metode yang lebih pelan, berulang, dan mengedepankan pendekatan kekeluargaan. Materi yang diberikan dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah, membaca Iqra, hingga latihan membaca surat-surat pendek dengan tajwid dasar.

“Jangan malu belajar di usia senja. Justru ini ladang pahala. Kami sesuaikan metodenya agar para ibu dan bapak lansia nyaman dan semangat,” ujar Wintolo saat mendampingi kelas PBHA Lansia, Rabu (10/6).

Upaya tersebut membuahkan hasil menggembirakan. Sejumlah peserta yang sebelumnya belum mampu membaca Al-Qur’an kini mulai lancar mengeja dan membaca Surah Al-Fatihah. Selain belajar membaca, kegiatan juga diisi dengan motivasi keagamaan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Kepala KUA Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I., mengapresiasi dedikasi para penyuluh dalam mendampingi para lansia. Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan KUA hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia.

“KUA hadir bukan hanya untuk urusan nikah. Membumikan Al-Qur’an sampai ke para sepuh adalah tugas mulia. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi semua,” tuturnya.

Program PBHA Lansia KUA Ngampilan akan terus dikembangkan dengan menambah titik layanan di berbagai kampung. Langkah ini diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi para lansia untuk belajar, mencintai, dan semakin dekat dengan Al-Qur’an di masa senja mereka.[janti]