Tahsin dan Tajwid Satukan Warga, Pedagang, dan Abdi Dalem di Kraton

YOGYAKARTA – Upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an di tengah masyarakat terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kraton. Salah satunya melalui kegiatan pendampingan belajar tahsin dan tajwid yang digelar di teras Masjid KD Rotowijayan, Kraton, Yogyakarta, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut diikuti berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya warga sekitar masjid, tetapi juga para pedagang serta Abdi Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang menyempatkan diri mengikuti pembelajaran Al-Qur’an di sela aktivitas sehari-hari.
Penyuluh Agama Islam KUA Kraton, Nursyahid, S.Pd.I., menjelaskan bahwa materi yang diberikan berfokus pada penguatan makharijul huruf dan pemahaman hukum-hukum tajwid dasar. Melalui pendampingan tersebut, peserta dibimbing untuk membaca Al-Qur’an secara benar, fasih, dan sesuai kaidah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, apa pun profesinya, baik pedagang, masyarakat umum, maupun Abdi Dalem, memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki dan memperindah bacaan Al-Qur’annya. Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat baik,” ujarnya.
Menurut Nursyahid, pembelajaran dilakukan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Setiap peserta diberi kesempatan untuk membaca ayat Al-Qur’an secara bergiliran, kemudian mendapatkan koreksi dan bimbingan secara langsung.
Masjid KD Rotowijayan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Teras masjid yang terbuka juga menciptakan suasana belajar yang inklusif sehingga siapa pun yang melintas dan tertarik mengikuti kegiatan dapat langsung bergabung.
Keberagaman peserta menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Semangat belajar yang ditunjukkan para pedagang dan Abdi Dalem mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan keimanan dan pengamalan ajaran Islam.
Melalui pendampingan yang dilaksanakan secara rutin, Majelis Taklim Sapujagad bersama Penyuluh Agama Islam KUA Kraton berharap dapat terus bersinergi dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat syiar Islam yang sejuk, santun, dan berbudaya di lingkungan Kraton Yogyakarta.(AKI)



