SiSaPa Perkuat Soliditas ASN, Kemenag Kota Yogyakarta Pacu Inovasi dan Pelayanan Publik

Yogyakarta (Humas) — Semangat memperkuat komunikasi internal, menyatukan langkah, sekaligus mengakselerasi kinerja pelayanan publik terus dibangun Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta melalui program rutin Siaran Sapa Pagi (SISAPA). Kegiatan yang digelar setiap Kamis kedua dan Kamis keempat setiap bulan ini kembali berlangsung pada Kamis (11/6/26) secara virtual zoom dengan menghadirkan seluruh jajaran pimpinan sebagai narasumber utama.
Podcast internal yang menjadi ruang dialog terbuka bagi seluruh ASN Kementerian Agama Kota Yogyakarta tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, serta Penyelenggara Katolik.
Melalui forum yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut, para pimpinan menyampaikan berbagai kebijakan, program strategis, capaian kinerja, hingga agenda kegiatan yang akan dilaksanakan masing-masing unit kerja. Sisapa juga menjadi wadah bagi ASN untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Mengawali dialog, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Ahmad Shidqi menyoroti hasil monitoring dan evaluasi Kementerian Agama RI terkait Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP). Ia menjelaskan bahwa PEKPPP merupakan instrumen penting dalam mengukur kualitas penyelenggaraan pelayanan publik secara sistematis dan berkelanjutan guna menghasilkan Indeks Pelayanan Publik (IPP), sekaligus menjadi dasar penguatan mutu layanan kepada masyarakat. Kementerian Agama RI sendiri saat ini tengah melakukan penguatan implementasi PEKPPP Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang terukur, profesional, dan berdampak.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Kantor mengajak seluruh satuan kerja, khususnya madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA), untuk terus meningkatkan kapasitas dan literasi digital sebagai bagian dari transformasi layanan publik.
“Era pelayanan saat ini menuntut kita tidak hanya memberikan layanan yang baik, tetapi juga mampu menginformasikan layanan tersebut kepada masyarakat. Karena itu, kemampuan digital harus terus ditingkatkan. KUA dan madrasah perlu aktif menyampaikan berbagai layanan, program, serta inovasi yang dilakukan, baik melalui media sosial maupun kanal informasi lainnya,” tegasnya.
Menurutnya, publik perlu mengetahui berbagai layanan yang telah diberikan Kementerian Agama. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi publik menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan itu sendiri.
Selain penguatan kompetensi digital, Kepala Kantor juga kembali mengingatkan pentingnya kedisiplinan ASN, khususnya terkait kehadiran dan pelaksanaan tugas sehari-hari. Disiplin, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang profesional dan berkinerja tinggi.

“Kedisiplinan harus menjadi budaya kerja bersama. Kehadiran yang baik akan berdampak pada optimalisasi kinerja dan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor juga menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang kepada para pimpinan unit kerja agar dapat melakukan penilaian kinerja pegawai secara objektif berdasarkan capaian kerja, integritas, serta kedisiplinan masing-masing individu ASN.
Suasana dialog semakin hidup ketika para kepala seksi dan penyelenggara secara bergantian menyampaikan berbagai program prioritas yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Berbagai agenda strategis mulai dari penguatan layanan keagamaan, pendidikan madrasah, pendidikan agama, pengembangan pondok pesantren, pengelolaan zakat dan wakaf, hingga layanan umat Katolik disampaikan secara terbuka kepada seluruh peserta.
Penyampaian program tersebut sekaligus menjadi bentuk transparansi dan upaya membangun dukungan kolektif dari seluruh ASN Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Sebab, keberhasilan setiap program tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja, tetapi memerlukan kolaborasi dan partisipasi seluruh keluarga besar Kementerian Agama.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Ahmad Mustafid mengingatkan seluruh ASN agar mulai mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi inovasi pelayanan publik yang secara rutin diikuti Kementerian Agama Kota Yogyakarta setiap tahun.
Menurutnya, capaian yang telah diraih selama ini harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui budaya inovasi yang berkelanjutan.
“Kita harus kembali melaju kencang dalam kompetisi KIPP maupun Keterbukaan Informasi Badan Publik (KIBP) yang setiap tahun menjadi ruang untuk menunjukkan kualitas inovasi pelayanan publik kita. Di sisi lain, predikat WBMM yang telah diraih sejak tahun 2020 juga harus terus kita jaga bersama melalui komitmen integritas dan peningkatan kualitas pelayanan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan reputasi dan prestasi lembaga tidak hanya menjadi tugas kantor induk, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari seluruh ASN yang bertugas di bawah atap satuan kerja, baik madrasah maupun KUA.
Melalui forum SISAPA, semangat kebersamaan dan soliditas organisasi kembali diperkuat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang terbuka antara pimpinan dan pegawai merupakan modal penting dalam membangun budaya kerja yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan.
Diharapkan, seluruh ASN Kementerian Agama Kota Yogyakarta semakin memahami arah kebijakan organisasi, memiliki rasa kepemilikan terhadap setiap program, serta terus bergerak dalam satu irama untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Dengan semangat sebagai satu keluarga besar, Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus memacu prestasi, melahirkan inovasi, dan menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berdampak bagi Indonesia.(Nis)



