Berita

SiSapa Kemenag Kota Yogyakarta: Perkuat Integritas ASN dan Matangkan Agenda Hari Santri 2026

Yogyakarta (Humas) – Memperkuat komunikasi, menyamakan langkah, dan menjaga kualitas pelayanan publik menjadi fokus SiSapa (Siaran Sapa Pagi) Kementerian Agama Kota Yogyakarta edisi 15 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom ini menghadirkan jajaran pimpinan sebagai narasumber dan diikuti ASN di lingkungan Kankemenag Kota Yogyakarta. Siaran juga diunggah melalui kanal YouTube Kemenag Kota Yogyakarta agar dapat diakses kembali oleh pegawai dan masyarakat. Host dipandu Zahara Emilya Girsang, S.Ag HUmas dan Pranata Kerukunan Umat, operator Faniya Rifqi Fauzi, S.Kom., Niken Dyan Kususmastuti, S.Kom., Dwiki Kurniawan, S.Kom., Naufal Rafif Danutirta,S.Kom.

     

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kankemenag Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., bersama Kasubbag Tata Usaha, para kepala seksi, dan penyelenggara. Berdasarkan pantauan selama kegiatan, sebanyak 148 partisipan mengikuti pertemuan melalui Zoom.

SiSapa menjadi ruang komunikasi antara pimpinan dan pegawai untuk menyampaikan kebijakan, memperkuat koordinasi, serta memastikan program kerja berjalan selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama.

Ahmad Shidqi: Jaga Harga Diri dengan Disiplin dan Integritas

Dalam arahannya, Kepala Kankemenag Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, mengingatkan seluruh pegawai agar senantiasa menjaga harga diri dan kehormatan sebagai aparatur sipil negara (ASN). Hal tersebut diwujudkan melalui kedisiplinan, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Ia menekankan bahwa ASN Kementerian Agama tidak hanya bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan atau role model bagi masyarakat di sekitarnya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat tumbuh dari perilaku sehari-hari. Ketepatan waktu, kejujuran, komitmen terhadap tugas, dan sikap melayani merupakan bagian penting dari karakter ASN yang profesional dan berintegritas.

Melalui SiSapa, pimpinan berharap seluruh pegawai semakin memahami bahwa setiap tugas, sekecil apa pun, memiliki kontribusi terhadap kualitas pelayanan dan citra Kementerian Agama di mata masyarakat.

Matangkan Rangkaian Hari Santri 2026

Selain penguatan kedisiplinan dan integritas, SiSapa membahas persiapan rangkaian peringatan Hari Santri 2026 yang dilaksanakan dengan mengacu pada petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Agama RI.

Sejumlah agenda disiapkan, antara lain kegiatan reresik Kali Code sebagai wujud implementasi ekoteologi, khataman Al-Qur’an, serta upacara peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2026 di Balai Kota Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Reresik Kali Code, misalnya, menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam menjaga alam. Sementara itu, khataman Al-Qur’an menjadi ikhtiar memperkuat kecintaan terhadap kitab suci dan menumbuhkan semangat spiritual di lingkungan kerja.

Melalui agenda Hari Santri, Kankemenag Kota Yogyakarta ingin menghadirkan semangat santri yang tidak hanya kuat dalam nilai keagamaan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan, memiliki kepedulian sosial, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Pelayanan Prima, Komitmen yang Harus Terus Dijaga

Dalam pembahasan program kerja, Kasubbag Tata Usaha, H. Ahmad Mustafid, turut mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi pelaksanaan program, khususnya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Kankemenag Kota Yogyakarta telah meraih nilai kategori A dalam penilaian pelayanan publik. Capaian ini menjadi modal sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan.

Pelayanan prima bukan hanya tentang capaian angka atau predikat penilaian, melainkan juga pengalaman masyarakat ketika mengakses layanan: memperoleh informasi yang jelas, dilayani dengan ramah, mendapatkan kepastian prosedur, serta merasakan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan administrasi keagamaan.

Karena itu, setiap unit kerja dan pegawai memiliki peran penting dalam mempertahankan kualitas pelayanan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, koordinasi yang baik, evaluasi berkelanjutan, dan kesediaan untuk terus memperbaiki kekurangan.

SiSapa sebagai Ruang Menyatukan Langkah

Pelaksanaan SiSapa secara virtual memungkinkan pegawai dari berbagai unit kerja mengikuti arahan pimpinan tanpa harus berkumpul di satu tempat. Rekaman yang diunggah melalui kanal YouTube Kemenag Kota Yogyakarta juga menjadi sarana dokumentasi dan akses informasi bagi pegawai yang ingin menyimak kembali materi kegiatan.

Melalui forum komunikasi ini, Kankemenag Kota Yogyakarta berupaya memastikan kebijakan pimpinan dipahami bersama dan program kerja dapat dilaksanakan secara terarah. Lebih dari itu, SiSapa menjadi pengingat bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh komitmen setiap pegawai dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Dengan integritas yang terjaga, pelayanan yang semakin berkualitas, serta program keagamaan yang berdampak nyata, Kankemenag Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan birokrasi yang profesional dan dekat dengan masyarakat.

SiSapa bukan sekadar menyapa di pagi hari, tetapi menyatukan komitmen untuk bekerja dengan integritas, melayani dengan sepenuh hati, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.[Ara]

Leave a Reply