Berita

Semarak Tujuhbelasan, ASN Kemenag Kota Yogyakarta Rajut Kekeluargaan dan Kerukunan

Yogyakarta (Humas) —Semangat kemerdekaan menjadi momentum untuk semakin mempererat kebersamaan dan kekeluargaan. Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, saat membuka rangkaian kegiatan Semarak Tujuhbelasan dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kita wujudkan satu keluarga, kita wujudkan bersama untuk layanan prima. Kompetisi ini untuk merajut kekeluargaan bersama. Selamat berkompetisi, jaga sportivitas, dan rajut kerukunan,” ujar Ahmad Shidqi dalam sambutannya.

Menurutnya, kemeriahan Tujuhbelasan tidak semata-mata tentang menang atau kalah dalam perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memperkuat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa memiliki sebagai satu keluarga besar Kementerian Agama Kota Yogyakarta.

Semangat tersebut tampak dalam kegiatan yang diikuti seluruh ASN Bawah Atap Kemenag Kota Yogyakarta, jajaran pimpinan, serta perwakilan KUA se-Kota Yogyakarta. Mereka hadir dan berbaur dalam suasana penuh keakraban, membawa semangat yang sama untuk merayakan kemerdekaan sekaligus memperkuat kekompakan organisasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan. Setelah itu, suasana berubah semakin semarak dengan berbagai perlombaan khas Tujuhbelasan, mulai dari lomba makan kerupuk, estafet air, hingga karaoke.

Lomba makan kerupuk menghadirkan gelak tawa dan sorak dukungan antarpeserta. Keseruan berlanjut pada lomba estafet air yang menuntut kerja sama, kekompakan, dan strategi setiap kelompok. Sementara lomba karaoke menjadi ruang bagi para peserta untuk tampil lepas dan menikmati suasana kebersamaan.

Ketua Panitia sekaligus Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Mustafid, menegaskan bahwa semangat utama kegiatan bukanlah sekadar kompetisi, melainkan kebersamaan dan kekeluargaan.

“Hari ini yang dinilai kebersamaan, kekeluargaan. Kita ingin berdamai dengan sahabat, menjadi satu, dari Bawah Atap sampai ke KUA. Hari ini kita happy, ceria, dan bahagia,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan wajah kegiatan Tujuhbelasan di lingkungan Kemenag Kota Yogyakarta. Tidak ada sekat antara jajaran pimpinan, ASN Bawah Atap, maupun perwakilan KUA. Seluruhnya melebur dalam satu suasana, saling memberikan dukungan dan menikmati setiap rangkaian kegiatan.

Wajah-wajah ceria tampak sepanjang kegiatan. Tawa, tepuk tangan, dan sorakan dukungan mengiringi setiap perlombaan. Kompetisi justru menjadi sarana untuk mempertemukan rekan kerja dalam suasana yang lebih cair dan hangat.

Bagi keluarga besar Kemenag Kota Yogyakarta, kemerdekaan bukan hanya dirayakan melalui seremoni. Nilai-nilai kemerdekaan juga diterjemahkan dalam kehidupan organisasi melalui kebersamaan, gotong royong, sportivitas, kerukunan, dan semangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Semarak Tujuhbelasan pun menjadi pengingat bahwa pelayanan prima lahir dari lingkungan kerja yang sehat dan harmonis. Ketika seluruh unsur dapat bergerak sebagai satu keluarga, kolaborasi akan semakin kuat dan pelayanan kepada masyarakat pun semakin optimal.

Dari bawah atap kantor hingga KUA, semangat yang sama digaungkan merayakan kemerdekaan dengan bahagia, merajut kekeluargaan, menjaga kerukunan, dan terus bergerak bersama menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.(Nis)

Leave a Reply