Berita

SATGAS GALAKSI Bersinar di HAVACHE #4 SMK-SMTI Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) — Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, SMK-SMTI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan HAVACHE #4 (HIV Awareness and Challenge) pada Minggu (25/1/26) bertempat di Aula SMTI Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan satuan tugas (SATGAS) dari sekolah-sekolah undangan, dengan masing-masing sekolah mengirimkan tiga delegasi. MAN 1 Yogyakarta turut mengirimkan Haura Gendis Rarasati (XD), Meyka Asa Sausan (XB), dan Felicia Zwena Afya Bora (XC).

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua Event HAVACHE #4 dan guru pembimbing. Sebagai pengantar materi, peserta disuguhkan video drama dari CHECOVO yang mengangkat isu HIV dan AIDS.

Kegiatan inti berupa seminar dan sesi tanya jawab bersama narasumber bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai HIV dan AIDS. Untuk menjaga antusiasme, acara diselingi dengan ice breaking interaktif yang dipandu oleh MC.

Selanjutnya, peserta mengikuti HIV Knowledge Race yang terdiri atas tiga pos edukatif, yaitu Mitos vs Fakta, HIV Knowledge Puzzle Race, dan HIV Response Team: Mission & Rescue. Acara ditutup dengan deklarasi bersama, pengumuman pemenang, dan pembagian hadiah. Delegasi SATGAS GALAKSI MAN 1 Yogyakarta, Meyka Asa Sausan, berhasil meraih juara kedua, sebagai bentuk kontribusi aktif dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS di kalangan remaja.

“Seru banget, selain dapat materi tentang HIV, kita juga bisa menambah relasi baru melalui fun games yang seru seputar HIV sebagai bentuk penguatan dari materi,” ujar Felicia, salah satu delegasi dari SATGAS GALAKSI yang mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi partisipasi aktif dan prestasi yang diraih oleh delegasi SATGAS GALAKSI MAN 1 Yogyakarta dalam kegiatan HAVACHE #4. Menurutnya, keikutsertaan murid dalam kegiatan edukatif seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian, pengetahuan, serta sikap bertanggung jawab terhadap isu kesehatan, khususnya HIV dan AIDS. “Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi murid untuk menjadi agen edukasi dan perubahan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. (nes)

Leave a Reply