Berita

Sarapan Pagi Perkuat Sinergi, Kemenag Kota Yogyakarta Tampung Aspirasi Pegawai

Yogyakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta kembali menggelar Sarapan Pagi: Sambung Rasa Pimpinan dan Pegawai Terintegrasi di Aula 1 Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Senin (13/7/26). Forum yang diikuti ASN bawah atap dan Kepala KUA se-Kota Yogyakarta ini menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan dan pegawai untuk memperkuat komunikasi, menyerap aspirasi, sekaligus merumuskan langkah-langkah peningkatan kualitas layanan Kementerian Agama.

Dalam suasana penuh keakraban, berbagai masukan disampaikan pegawai dari lintas unit kerja. Nuriyah Syafaatun mengusulkan agar materi pembekalan pra pensiun tidak hanya berisi sosialisasi produk perbankan, tetapi juga dilengkapi pembekalan keterampilan produktif sebagai bekal memasuki masa purnatugas. Sementara itu, Muchlis Ary Handy mengusulkan agar kultum ba’da Asar disusun secara tematik sehingga mampu menjawab persoalan keagamaan yang dihadapi pegawai.

Ketua Pokjaluh, Samsul Ma’arif, turut menyampaikan harapan agar seluruh unsur Kementerian Agama memberikan dukungan, kolaborasi, dan pembinaan terhadap program-program Kelompok Kerja Penyuluh. Di sisi lain, Arif Wahyudi menyoroti masih banyaknya masyarakat yang menanyakan persoalan haji kepada petugas Kementerian Agama, sehingga diperlukan kejelasan mekanisme layanan pasca perubahan kewenangan penyelenggaraan haji.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, mengapresiasi keterbukaan seluruh pegawai dalam menyampaikan saran. Ia mengawali tanggapannya dengan mengatakan bahwa forum tersebut menghadirkan berbagai masukan yang beragam.

“Sarapan pagi ini ada yang manis, ada yang pedas. Terima kasih atas seluruh saran dan aspirasi yang disampaikan. Semua menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan bersama,” ujarnya.

Terkait pembekalan pra pensiun, Ahmad Shidqi menjelaskan bahwa kerja sama dengan pihak perbankan dimaksudkan sebagai edukasi agar ASN memiliki kesiapan finansial dan perencanaan yang matang menjelang masa pensiun. Menurutnya, kemitraan dengan bank harus dipandang dari sisi positif sebagai sarana membuka wawasan pengelolaan keuangan serta peluang usaha pasca pensiun.

Menjawab usulan mengenai kultum tematik, ia meminta Seksi Bimbingan Masyarakat Islam untuk memfasilitasi penyusunan materi sehingga kajian keagamaan yang disampaikan lebih sistematis, kontekstual, dan memberikan manfaat bagi pegawai.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Shidqi juga menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat layanan di Kantor Urusan Agama (KUA). Ia menyampaikan bahwa proses asesmen Kepala KUA telah dilaksanakan dan membuka peluang bagi penyuluh agama untuk mengisi jabatan tersebut sesuai ketentuan. Karena itu, seluruh jajaran diminta mendukung penguatan program-program KUA agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai layanan haji, Ahmad Shidqi mengingatkan agar seluruh pegawai memberikan informasi sesuai kewenangan. Masyarakat yang membutuhkan informasi penyelenggaraan haji diarahkan ke Kementerian Haji agar tidak terjadi kekeliruan informasi maupun pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Ia juga mendorong KUA untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Zakat dan Wakaf (Zawa) serta Baznas dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat melalui skema pembiayaan yang sesuai.

Selain membahas layanan, Ahmad Shidqi turut menekankan pentingnya membangun budaya disiplin di lingkungan kerja, khususnya saat pelaksanaan apel dan kegiatan kedinasan. Menurutnya, kedisiplinan merupakan tanggung jawab bersama sehingga seluruh pegawai perlu saling mengingatkan demi menjaga ketertiban dan profesionalisme.

Ia juga mengajak seluruh ASN mengenakan atribut dinas secara lengkap, termasuk pin WBBM, sebagai bentuk kebanggaan sekaligus komitmen menjaga predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang diraih Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta.

“Pin WBBM adalah kebanggaan kita. Hanya sedikit satuan kerja di Indonesia yang berhasil meraih predikat ini. Karena itu mari kita jaga bersama dengan mengenakan atribut lengkap pada setiap apel dan menjalankan budaya kerja yang berintegritas,” tegasnya.

Menambahkan arahan Kepala Kantor, Kasubbag Tata Usaha Ahmad Mustafid menyampaikan bahwa ke depan akan diselenggarakan pelatihan khusus bagi petugas apel. Langkah tersebut dilakukan agar petugas yang ditunjuk memiliki kemampuan dan kesiapan yang baik dalam menjalankan tugas sehingga pelaksanaan apel berlangsung lebih tertib, profesional, dan berwibawa.

Melalui forum Sarapan Pagi, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus membangun budaya komunikasi yang terbuka, memperkuat kolaborasi antarsatuan kerja, serta memastikan setiap aspirasi pegawai menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola organisasi dan pelayanan publik yang semakin berdampak.(Nis)