KUA Ngampilan Luncurkan Gerakan Ekoteologi, Manfaatkan Lahan Sempit untuk Budidaya Lele dan Terong

Yogyakarta (KUA Ngampilan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta, meluncurkan gerakan inovatif berbasis lingkungan dengan memanfaatkan lahan terbatas di sekitar kantor melalui budidaya ikan lele dan penanaman sayuran terong dalam polybag, Senin (25/5/2026).
Program ini menjadi langkah nyata KUA Ngampilan dalam mendukung ketahanan pangan mandiri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, yang dikemas dalam pendekatan ekoteologi, yaitu pandangan keagamaan yang menekankan tanggung jawab manusia sebagai khalifah dalam merawat alam ciptaan Tuhan.
Kepala KUA Ngampilan, H. Anas Yusuf, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap keterbatasan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan. Menurutnya, keterbatasan lahan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap produktif dan peduli terhadap lingkungan.
“Konsep ekoteologi ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa merawat bumi adalah bagian dari manifestasi iman,” ungkapnya.
Ia menambahkan, KUA Ngampilan juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk calon pengantin yang datang ke KUA, bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai-nilai keagamaan yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini memiliki tiga dampak utama yang ingin dicapai. Pertama, pemanfaatan lahan sempit melalui urban farming dengan budidaya lele dalam kolam kecil dan tanaman terong dalam polybag. Kedua, penguatan ketahanan pangan mandiri, di mana hasil panen dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, dibagikan kepada masyarakat sekitar, serta menjadi contoh pencegahan stunting. Ketiga, penguatan edukasi religius dan lingkungan dengan mengubah citra KUA tidak hanya sebagai lembaga layanan administrasi pernikahan, tetapi juga sebagai pusat edukasi kepedulian lingkungan.
“Bumi ini adalah amanah. Merawat lingkungan dengan menanam dan memelihara makhluk hidup secara bertanggung jawab adalah bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT,” tambahnya.
Kegiatan budidaya ikan lele dan tanaman terong tersebut sehari-hari dirawat oleh Rusmani sebagai bagian dari operasional program di lingkungan KUA.
Melalui gerakan ini, KUA Ngampilan berharap dapat menjadi role model bagi KUA lainnya serta menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif guna mewujudkan lingkungan yang hijau, sehat, dan mandiri pangan. (Janti)



