Berita

Sarapan Pagi Jadi Ruang Sambung Rasa, Kemenag Kota Yogyakarta Perkuat Komunikasi Pimpinan dan Pegawai

Yogyakarta (Humas) — Sarapan Pagi (Sambung Rasa Pegawai dan Pimpinan) di Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menjadi ruang terbuka bagi pegawai untuk menyampaikan usul, masukan, sekaligus berdialog langsung dengan pimpinan. Suasana santai dalam sarapan bersama dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi di lingkungan kerja.

Berbagai masukan yang disampaikan pegawai mendapat tanggapan langsung dari jajaran pimpinan. Kepala Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menyampaikan bahwa forum tersebut penting untuk membangun komunikasi dua arah.

“Di forum ini semua bisa curhat, menyampaikan usul dan masukan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Shidqi juga memberikan pembinaan sekaligus menyampaikan dinamika organisasi menyusul rotasi sejumlah pejabat Kemenag di wilayah DIY. Di Kemenag Kota Yogyakarta, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Hj. Elfa Tsuroyya mendapat amanah baru di Kemenag Kabupaten Sleman, sedangkan Kasi Pendidikan Agama Islam (Pais) Fariq Nur Rokhim melanjutkan tugas di Kemenag Kabupaten Kulon Progo.

Ahmad Shidqi menyampaikan apresiasi atas dedikasi keduanya selama bertugas di Kemenag Kota Yogyakarta. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama kebersamaan serta mendoakan agar keduanya diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah baru.

“Semoga apa yang telah dilakukan tercatat sebagai amal ibadah di hadapan Allah SWT. Semoga di tempat yang baru dilimpahkan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah,” tuturnya.

Pada saat yang sama, Ahmad Shidqi menyambut Ahmad Musyadad sebagai Kasi Penmad dan Ali Afandi sebagai Kasi Pais Kemenag Kota Yogyakarta. Ia berharap kedua pejabat baru dapat segera beradaptasi dan melanjutkan kolaborasi untuk memberikan layanan terbaik.

Momen perpisahan berlangsung hangat. Elfa mengenang masa pengabdiannya selama 5 tahun 3 bulan 20 hari di Kemenag Kota Yogyakarta. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai yang disebutnya sebagai guru sekaligus memohon maaf atas segala kekhilafan.

“Mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada yang sengaja maupun tidak sengaja menyinggung. Saya juga izin memberikan catatan pekerjaan, semoga semuanya dapat berkolaborasi dengan pimpinan yang baru,” ungkapnya.

Fariq menyampaikan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Berbekal pesan orang tua bahwa menjadi pegawai berarti siap melaksanakan perintah, ia berharap amanah baru yang diterimanya menjadi takdir yang baik dan penuh berkah.

Sementara itu, Ahmad Musyadad menyatakan kesiapan untuk mengawal madrasah di Kota Yogyakarta. Dr. Ali Afandi berharap kehadirannya dapat memberikan manfaat dan kontribusi terbaik bagi Kemenag Kota Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan penyerahan simbolis map catatan pekerjaan dari Kasi Penmad sebelumnya kepada Kepala Kemenag Kota Yogyakarta dan selanjutnya kepada Kasi Penmad yang baru. Penyerahan ini menjadi simbol keberlanjutan tugas sekaligus komitmen menjaga kesinambungan program dan pelayanan.

Sarapan Pagi pun menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Forum ini menegaskan komitmen Kemenag Kota Yogyakarta untuk terus membangun komunikasi terbuka, mendengar suara pegawai, serta memperkuat kolaborasi dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.(Nis)

Leave a Reply