Sambut Muharram, Forkopimtren Kotagede Gelar Pengajian dan Tadarus Bersama

Yogyakarta (KUA Kotagede) – Menyambut datangnya Bulan Muharram 1448 Hijriah, Majelis Taklim (MT) Muamalah Forkopimtren Kotagede kembali menggelar pengajian rutin di Pendopo Abdi Praja Kantor Kemantren Kotagede, Kamis (25/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pimpinan wilayah, tokoh agama, serta aparatur pemerintah di lingkungan Kemantren Kotagede.
Pengajian dipandu oleh Khairiya Saini Putri, S.H.I. yang mengawali acara dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Jamaah secara khusyuk melantunkan Surat Al-Waqi’ah, menciptakan suasana religius yang menambah kekuatan spiritual dalam menyambut tahun baru Islam.
Tausiyah agama disampaikan oleh Sutrisno Hasan, S.H. yang mengangkat tema tentang keutamaan Bulan Muharram dan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan tersebut. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa Muharram termasuk salah satu dari empat bulan mulia yang dimuliakan Allah SWT.
“Bulan Muharram merupakan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, memperkuat ketakwaan, dan menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan sejumlah peristiwa bersejarah yang dikaitkan dengan Bulan Muharram, serta mengajak jamaah untuk menghidupkan amalan-amalan sunnah, khususnya puasa Tasu’a dan Asyura yang memiliki keutamaan besar sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Kegiatan pengajian ini dihadiri oleh Kepala KUA Kotagede, Mantri Pamong Praja Kemantren Kotagede, para Lurah se-Kotagede, serta Penyuluh Agama Islam KUA Kotagede. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara unsur pemerintahan dan tokoh agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter.
Kepala KUA Kotagede menyampaikan bahwa Majelis Taklim Muamalah Forkopimtren tidak hanya menjadi sarana penguatan spiritual, tetapi juga media mempererat komunikasi dan kebersamaan antar unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang rukun dan kondusif.
Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai keislaman semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, pengajian juga menjadi wadah memperkuat silaturahmi, mempererat ukhuwah, serta membangun kolaborasi yang positif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan semangat menyambut Muharram, seluruh peserta diajak menjadikan tahun baru Islam sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat.[empip]



