Berita

“Safari Tarawih” Wali Kota Yogya Ingatkan Masyarakat Agar Jangan Belanja Berlebihan

Yogyakarta (Humas) Pemerintah kota Yogyakarta gelar safari tarawih pada hari Minggu 01/03/2026 berlokasi di masjid Al Fatah Jl. Kebun Raya, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, dihadiri wali kota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), sekaligus memberikan sambutan.

Turut membersamai wali kota Yogyakarta diantaranya ;Susanto Dwi Antoro  Ketua Komisi A (Bidang Pemerintahan),  Sekda Dedi Budiono, M.Pd ,Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten 1) ,  Komandan Kodim (Dandim) 0734/Kota Jogja Letkol Inf Arif Setiyono, Keapala Dinas Kesehatan drg. Emma Rahmi Aryani, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Drs. H. Syamsul Azhari, MPP Kotagede Komaru Ma’arif, S.IP., M.SI, Kepala KUA Kotagede Warsana Muji Raharja, S.Ag serta ASN Kankemenag kota Yogyakarta baik unsur seksi Bimas Islam, maupun unsur subag TU dan seksi lainnya.

Dalam sambutannya Hasto Wardoyo menyampaikan hikmah puasa untuk lebih taqwa dan berhati hati, berharap agar puasa itu berdampak pada diri kita, fokus utama adalah kebersihan lahir batin. Kebersihan merupakan sebagian dari iman, maka Hasto menyerukan agar masyarakat sekitar masjid Al Fatah dan sekitarnya sudah melaksanakan program “MASJOS” Masyarakat Jogja Olah Sampah, dengan 5 Langkah Mas JOS:
* Pilah sampah sesuai jenis (organik/anorganik).
* Bawa sampah anorganik ke Bank Sampah.
* Olah sampah organik (misal: komposter, budidaya maggot).
* Habiskan makanan (kurangi sampah sisa makanan).
* Gunakan wadah berulang (kurangi plastik sekali pakai)

Hasto Wardoyo menyampaikan informasi ditemukannya bayi berumur 8 bulan yang menderita TBC dijl Magelang , serta guru SMP ,maka bisa dipastikan lingkungannya tidak bersih, maka masyarakat harus selalu menjaga kebersihan, karena merupakan sebagian dari iman.

Selanjutnya Hasto Wardoyo menuturkan menjaga harga barang agar tidak tinggi, karena ramadhan identik dengan belanja karena terjadi lonjakan drastis konsumsi rumah tangga untuk kebutuhan berbuka puasa, sahur, persiapan mudik, dan perayaan Idul Fitri, “mari perhatian dengan saudara kita yang belum mampu, kaum dhuafa, kaum fakir miskin, yatim piatu, difabel, dll”  maka janganlah belanja berlebihan pungkasnya. Menurut Hasto, Sekda sudah cek ketersediaan pangan bahan makanan kota Yogyakarta  ramadhan dan hari raya sudah cukup. Kota yogya yang mempengaruhi inflasi itu bukan harga sembako atau bahan makanan, tetapi pengaruh inflasi di Yogya adalah emas, alat-alat make up, jadi jangan berlebihan agar inflasi tetap normal dan tidak ada kenaikan yang signifikan.

Bantuan yang disampaikan berupa uang kepada masjid Al Fatah BPD DIY 2,5 juta rupiah, PDAM Tirta Marta 2 juta rupiah, Baznas 2 juta, Bank Jogja 2 juta, XT Square 1 juta rupiah. , bantuan seperangkat alat sholat dan mushaf Alqur’an dari kemenag, buku dari perpustakaan dan arsip daerah. [Ara]