“Rawat Iman di Usia Senja, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Yogyakarta Dampingi Lansia”

Yogyakarta (Humas) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta melaksanakan pembinaan iman bagi para lanjut usia (lansia) pada Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan iman sekaligus pendampingan spiritual bagi lansia Katolik dan Kristen.
Pembinaan iman mengambil tema yang bersumber dari Injil Lukas 4:16-30. Dalam refleksinya, Penyuluh Agama Katolik Kristoforus Moses Jamwav menyampaikan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, termasuk para lansia yang mengikuti kegiatan pembinaan.
Menurutnya, rahmat Tuhan yang telah diterima hendaknya tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga dibagikan kepada sesama. Salah satu bentuknya dapat diwujudkan melalui doa bagi orang-orang yang masih hidup maupun mereka yang telah meninggal dunia.
“Rahmat yang telah kita terima akan semakin bermakna ketika kita membagikannya kepada sesama, termasuk melalui doa bagi mereka yang masih hidup maupun yang telah meninggal,” ungkapnya.
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh 7 orang lansia Katolik dan Kristen, didampingi 1 Penyuluh Agama Kristen dan 3 Penyuluh Agama Katolik, yakni FM Padhari Djati Martiwi, Edelbertus Jara, Arnoldus Suluh Dwi Chandra, dan Kristoforus Moses Jamwav.
Usai pembinaan iman, kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi bersama Fendi Widyanto, S.ST., Kepala UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar (RPSLUT) Budhi Dharma Kota Yogyakarta. Koordinasi membahas penguatan pendampingan dan pelayanan bagi para lansia, khususnya dalam aspek pembinaan spiritual.
Selanjutnya, para Penyuluh Agama melakukan koordinasi dan konsolidasi bersama Patricia Heny Dian Anitasari, S.H., M.Hum., selaku Plt. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, di Kantor Pemerintah Kota Yogyakarta.
Koordinasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam memberikan pelayanan yang lebih komprehensif kepada masyarakat lanjut usia. Pendampingan lansia tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga kebutuhan spiritual dan penguatan kehidupan beragama.
Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus menunjukkan peran strategisnya dalam memberikan pendampingan keagamaan kepada masyarakat, termasuk kelompok lansia. Pembinaan iman diharapkan dapat memberikan ketenangan batin, penguatan spiritual, serta menumbuhkan semangat untuk terus berbagi kasih dan mendoakan sesama.[mozes]



