“Rasulullah Berdagang dengan Jujur, Mengapa Kita Masih Korupsi?”

Momentum Rabiul Awal dimanfaatkan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan untuk mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW. Pesan tersebut disampaikan Eko dalam kegiatan Cahaya Mimbar di Masjid Ikhwatun Hasanah, Pakuncen, Senin (24/8/2026).
Mengawali kajian, Eko membacakan QS. Al-Ahzab ayat 21 yang menegaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan suri teladan terbaik bagi umat manusia.
Eko kemudian mengajak jamaah merenungkan berbagai kasus korupsi yang masih terjadi di Indonesia, termasuk pemberitaan terbaru mengenai operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Menurutnya, kasus tersebut menjadi pelajaran penting bahwa jabatan, ilmu, dan kedudukan harus disertai dengan integritas dan kejujuran.
“Rasulullah SAW telah memberikan teladan bahwa kejujuran menjadi kunci keberhasilan dan kebahagiaan. Dalam berdagang, beliau dikenal sebagai pribadi yang jujur dan amanah. Kepercayaan itulah yang menjadi modal utama kesuksesan beliau,” ungkap Eko.
Ia mengajak jamaah menjadikan Rabiul Awal bukan sekadar momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kesempatan untuk menghidupkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bekerja, berdagang, bermasyarakat maupun menjalankan amanah.
“Kalau ingin sukses, mari belajar dari Rasulullah. Jujur dalam perkataan, amanah dalam pekerjaan, dan tidak mengambil hak orang lain. Kejujuran mungkin tidak selalu membuat kita cepat kaya, tetapi akan membawa keberkahan, ketenangan, dan kebahagiaan,” pesannya.
Melalui Cahaya Mimbar, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan terus menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang dekat dengan persoalan kehidupan sekaligus mendorong jamaah untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman nyata dalam kehidupan.[ekoAW]



