Rakordasi Rutin Mantapkan Layanan Keagamaan KUA Tegalrejo

Yogyakarta (KUA Tegalrejo) – Ada tradisi baik yang terus dijaga di KUA Kemantren Tegalrejo. Selasa pagi, 6/10/2016 seluruh jajaran KUA mulai dari Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam hingga pelaksana dan staf berkumpul dalam Rapat Koordinasi Internal (Rakordasi) Rutin.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Nikah KUA Tegalrejo ini tidak hanya sekedar rapat, namun menjadi ruang untuk menyatukan hati, menyamakan visi, dan memantapkan komitmen layanan keagamaan kepada masyarakat.
Uniknya, Rakordasi Rutin di KUA Tegalrejo selalu diawali dengan dua agenda spiritual sebagai penguat ruhiyah sebelum membahas hal-hal teknis.
1.Literasi Al-Qur’an.
Rakordasi dibuka dengan tadarus Al-Qur’an bersama selama 15 menit. Seluruh pegawai membaca Al-Qur’an, sebagai bentuk pembiasaan cinta Al-Qur’an dan mengharap keberkahan agar setiap keputusan rapat mendapat ridho Allah SWT.
2.Kajian Singkat (Kultum 7 Menit).
Setelah literasi Al-Qur’an, dilanjutkan dengan kajian singkat yang disampaikan secara bergilir, kali ini disampaikan oleh Nunuk Rijojo Adi, S.Ag. Kajian berisi tentang petingnya ‘rasa’ bukan ‘merasa’. Kajian singkat ini menjadi siraman rohani agar bekerja tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban, tapi bernilai ibadah.
Baru setelah itu, masuk pada agenda inti Rakordasi yang dipimpin langsung oleh H Supasdi, S.Ag Kepala KUA Tegalrejo.
Kepala KUA Tegalrejo menyampaikan bahwa Rakordasi Rutin setiap Selasa pagi ini adalah kunci dari kekompakan dan tertibnya layanan di KUA Tegalrejo.
“Rakordasi ini adalah kompas kami. Sebelum kami melayani masyarakat, kami harus pastikan internal kami solid dulu. Kami tidak ingin ada miskomunikasi. Makanya kami rutin setiap Selasa pagi. Kami awali dengan ngaji agar hati kami tenang, kami lanjutkan kajian agar niat kami lurus, baru kami rapat agar kerja kami tuntas,” jelasnya.
Ada banyak manfaat yang dirasakan dari Rakordasi Rutin ini bagi kemajuan KUA Tegalrejo, antara lain:
1.Menyamakan Persepsi dan Menguatkan Kekompakan Tim.
Melalui rakordasi, setiap bidang baik kepenghuluan, penyuluhan, bina KUA, dan layanan keluarga sakinah saling mengetahui program masing-masing. Tidak ada ego sektoral. Semua bergerak sebagai satu tim KUA yang solid.
2.Evaluasi dan Percepatan Layanan.
Setiap kendala layanan yang terjadi dalam sepekan, baik terkait pencatatan nikah, bimbingan perkawinan catin, layanan konsultasi keluarga, hingga pelaporan EPA dan Lurik dan aplikasi lainnya, langsung dibahas dan dicarikan solusinya bersama. Sehingga layanan menjadi lebih cepat dan akurat.
3.Perencanaan Program yang Lebih Terarah.
Rakordasi menjadi wadah untuk merencanakan program unggulan seminggu ke depan, seperti jadwal Bimwin Mandiri, jadwal Ngaji, hingga pembagian tugas layanan di KUA.
4.Meningkatkan Kedisiplinan dan Tanggung Jawab.
Dengan adanya rakordasi rutin, setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk melaporkan progres kerjanya. Ini melatih kedisiplinan, akuntabilitas, dan budaya kerja yang profesional sesuai dengan 5 Budaya Kerja Kementerian Agama.
5.Menjadi Sarana Pembinaan dan Inovasi.
Dalam rakordasi, sering muncul ide-ide baru dan inovatif dari penyuluh dan penghulu untuk meningkatkan kualitas layanan. Suasana rapat yang dialogis dan kekeluargaan membuat semua pegawai berani menyampaikan gagasan untuk kemajuan KUA.
Dengan Rakordasi Rutin setiap Selasa pagi yang diawali literasi Al-Qur’an dan kajian singkat ini, KUA Tegalrejo berharap dapat terus menjaga marwahnya sebagai KUA yang profesional, akuntabel, dan menjadi rumah yang ramah dan membahagiakan bagi seluruh masyarakat Tegalrejo dan Kota Yogyakarta. (Kus)
#KUATegalrejo
#KemenagKotaYogyakarta
#PelayananPrima


