Rakor KUA Jetis Dorong Efisiensi Anggaran melalui Penguatan Jejaring Lokal

Yogyakarta — Kantor Urusan Agama (KUA) Jetis menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Selasa (28/04/2026) dengan mengusung tema “Efisiensi Anggaran melalui Optimalisasi Jejaring Lokal Masyarakat dan Instansi.” Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di tengah tuntutan pengelolaan anggaran yang efektif dan akuntabel.
Rakor dihadiri oleh Kepala KUA Jetis Muhammad Fauzan Fatkhullah, para penghulu, penyuluh agama Islam, serta jajaran pegawai KUA. Dalam arahannya, Kepala KUA menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang solid dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, lembaga keagamaan, maupun elemen masyarakat.
“Optimalisasi jejaring lokal menjadi kunci dalam mendukung pelaksanaan program kerja yang tetap berkualitas, meskipun dengan keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Jetis, Siti Daimah, S.Ag., turut menyampaikan kultum dengan mengangkat tema Surah An-Nuur ayat 24 tentang pertanggungjawaban amal perbuatan. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta akan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas.
Selain itu, peserta rakor juga melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah berjalan serta menyusun langkah-langkah strategis ke depan. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi penguatan koordinasi lintas sektor, pemanfaatan sumber daya lokal, serta peningkatan peran penyuluh agama dalam pemberdayaan masyarakat.
Rakor ini juga dimanfaatkan sebagai ajang berbagi pengalaman dan inovasi antarpegawai dalam mengelola kegiatan berbasis kemitraan. Diharapkan, forum ini mampu melahirkan gagasan-gagasan kreatif yang adaptif terhadap tantangan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat jejaring kerja, serta menjaga integritas dalam memberikan pelayanan. Dengan semangat kebersamaan, KUA Jetis optimis dapat mewujudkan pelayanan yang efektif, efisien, dan berdampak luas bagi umat.[ismi]



