“Punya Segalanya Tapi Tetap Kurang? Renungan Menggugah dari RRI Pro 4 Yogyakarta”

Yogyakarta – Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Arnoldus Suluh Dwi Candra, S.S., menyampaikan renungan rohani melalui siaran Radio RRI Pro 4 Yogyakarta pada Minggu (26/4/2026). Dalam siaran tersebut, ia mengangkat tema “Kelimpahan: Lebih Sekadar Berkat Finansial” yang terinspirasi dari Injil Yohanes 10:10.
Dalam renungannya, penyuluh yang akrab disapa Suluh ini mengajak para pendengar untuk memahami makna kelimpahan secara lebih mendalam. Ia menekankan bahwa kelimpahan sejati tidak semata diukur dari harta, jabatan, atau pencapaian duniawi, melainkan dari relasi yang hidup dengan Tuhan.
“Kelimpahan itu bukan semata-mata dalam harta atau pencapaian, tetapi dalam hubungan yang hidup bersama Tuhan. Ketika kita dekat dengan Tuhan, kita belajar merasa cukup. Bukan karena memiliki segalanya, tetapi karena memiliki Tuhan,” ungkapnya.
Untuk memperjelas pesan tersebut, Suluh menyampaikan ilustrasi tentang seorang ayah yang bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga. Meski tujuannya baik, kesibukan yang berlebihan justru membuatnya kehilangan waktu bersama keluarga. Kesadaran itu muncul ketika anaknya jatuh sakit dan hampir kehilangan sosok yang dicintainya.
“Kelimpahan sejati bukan tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang siapa yang kita miliki. Ketika kita memiliki Tuhan, kita tidak kekurangan apa pun yang benar-benar penting dalam hidup,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suluh juga mengulas makna “pencuri” dalam ayat tersebut. Ia menjelaskan bahwa pencuri dalam kehidupan tidak selalu tampak nyata, melainkan bisa hadir dalam bentuk kesibukan berlebihan, ambisi tanpa arah, serta kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
“Hal-hal inilah yang tanpa sadar mencuri damai kita, membuat kita terus merasa kurang meskipun sebenarnya sudah memiliki banyak,” jelasnya.
Di akhir renungannya, Suluh mengajak para pendengar untuk berjalan bersama Sang Gembala yang Baik dan mulai menjalani hidup dalam kelimpahan sejati yang bersumber dari kasih Tuhan. (asdc)



