Dari Hati untuk Warga Binaan: Kemenag Yogya dan MMK Perluas Jangkauan Pelayanan

Yogyakarta (Garakat) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menyelenggarakan pertemuan bersama mitra layanan di Rutan Kelas IIA Yogyakarta pada Kamis (23/04/2026). Kegiatan berlangsung di Aula I Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Jl. Ki Mangunsarkoro 43A Yogyakarta.
Pertemuan ini menghadirkan pengurus dan perwakilan komunitas doa serta anggota Paguyuban Maximillianus Maria Kolbe (MMK) beserta moderator MMK, Romo Julius Sukardi, Pr. Agenda utama kegiatan adalah rapat koordinasi pelayanan Triwulan II Tahun 2026 bagi warga binaan (Wabin) Kristiani di Rutan Kelas IIA Yogyakarta.
Penyelenggara Katolik, Veronika Tatik Trijati Ningsih, S.IP., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra pelayanan, khususnya kepada Romo Julius Sukardi selaku moderator MMK, Ketua Paguyuban MMK, para pengurus, serta kelompok-kelompok doa yang selama ini aktif melayani warga binaan.
“Pelayanan yang telah berjalan selama ini patut kita syukuri. Namun ke depan, masih ada lembaga pemasyarakatan lain yang membutuhkan sentuhan pelayanan. Mari kita terus bersinergi dan melakukan evaluasi agar pelayanan semakin baik,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai ruang refleksi, evaluasi, serta saling menguatkan dalam semangat pelayanan. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.
Selanjutnya, acara diisi dengan pemaparan materi. Materi pertama disampaikan oleh FM Padhari Djati Martiwi, S.H. dengan topik “Etika Pelayanan di Rumah Tahanan Kota Yogyakarta”. Sementara materi kedua disampaikan oleh Romo Julius Sukardi, Pr dengan tema “Melayani dengan Sungguh Hati”.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, sharing, dan tanggapan yang dimoderatori oleh Edelbertus Jara, S.Fil. Suasana diskusi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme, di mana peserta активно berbagi pengalaman serta saling menguatkan dalam semangat pelayanan yang tulus.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan perkembangan layanan Paguyuban MMK yang sejak awal tahun 2026 telah memperluas jangkauan pelayanan. Jika sebelumnya hanya berfokus di Rutan Kelas IIA Yogyakarta, kini pelayanan juga mencakup Lapas Kelas IIA Yogyakarta serta Lapas Perempuan di Gunungkidul.
Kegiatan yang telah lama direncanakan ini dapat terlaksana dengan baik berkat sinergi antara pengurus MMK, penyuluh agama Katolik, serta para koordinator kelompok doa di masing-masing komunitas. Diharapkan, kolaborasi ini terus terjaga dan semakin memperkuat pelayanan bagi warga binaan ke depan. (ej)



