Berita

Pesparani 2026 Kota Yogyakarta Disosialisasikan, Paroki Didorong Kirim Kontingen Terbaik

Yogyakarta (Garakat) – Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta bersama LP3KD Kota Yogyakarta menyelenggarakan Sosialisasi Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) 2026 di Ruang Rapat I Kantor DPRD Kota Yogyakarta, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan umat dari tujuh paroki di Kota Yogyakarta serta satu Paroki Administrasi Gereja Brayut Minulyo.

Penyelenggara Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta, Veronika Tatik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti sosialisasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pesparani 2026 akan dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 di SMP Pangudi Luhur.

“Kami berharap dan memohon dukungan dari seluruh paroki untuk mengirimkan kontingen dalam pelaksanaan Pesparani 2026,” ujarnya.

Veronika juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pesparani tahun ini memperoleh dukungan dana hibah dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang disalurkan melalui Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan kegiatan sekaligus meningkatkan partisipasi umat Katolik dari seluruh paroki.

Sementara itu, Ketua LP3KD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, menegaskan bahwa Pesparani merupakan bagian dari upaya memperkuat kontribusi umat Katolik dalam pembangunan Kota Yogyakarta yang inklusif dan harmonis.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bersama untuk membangun kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi antarsesama warga. Ia juga menyampaikan bahwa berbagai organisasi perangkat daerah turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pesparani 2026.

Pada sesi berikutnya, Seksi Penyelenggara Pesparani 2026, FM Padhari Djati Martiwi, memaparkan tema Pesparani tahun ini, yakni “Berjalan Bersama dalam Sabda-Nya, Sehati, Sepikir dan Sepujian”. Tema tersebut mencerminkan semangat sinodalitas yang menekankan kebersamaan umat dalam perjalanan iman dan pelayanan.

Selain menjelaskan tema, panitia juga menyampaikan informasi terkait mata lomba, jadwal pendaftaran, persyaratan teknis peserta, hingga agenda uji panggung yang akan dilaksanakan menjelang hari pelaksanaan.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, sejumlah perwakilan paroki menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, antara lain keterbatasan waktu persiapan, minimnya dukungan pendanaan, serta kesiapan sumber daya peserta. Menanggapi hal tersebut, panitia mencatat seluruh masukan sebagai bahan evaluasi guna menyempurnakan aspek teknis pelaksanaan kegiatan.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan gambaran yang jelas dan utuh mengenai pelaksanaan Pesparani 2026 sekaligus membuka ruang dialog antara panitia dan perwakilan umat. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh paroki dan Paroki Administrasi di Kota Yogyakarta dapat berpartisipasi aktif dengan mengirimkan kontingen sesuai mata lomba yang tersedia.

Pesparani tidak hanya menjadi ajang pengembangan bakat di bidang liturgi dan pewartaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan umat Katolik serta memperkuat semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Yogyakarta. (ej)