Berita

Pesan SMBD KUA Danurejan di Masjid Sholihin: Masjid dan Pondasi Perjuangan Umat Islam

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Program Santapan Ruhani untuk Masyarakat Berbasis Masjid Danurejan atau Santun Mas Bimas Danu (SMBD) kembali menyapa jamaah Masjid Sholihin, Sosrokusuman, Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Kamis (13/8/2026). Kegiatan diisi dengan siraman rohani dan penyuluhan agama Islam bagi jamaah masjid.

Kegiatan diawali dengan shalat Dhuhur berjamaah, dilanjutkan dzikir dan taushiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Jafar Arifin. Dalam taushiyahnya, Jafar mengangkat tema “Masjid sebagai Salah Satu Pondasi Perjuangan Umat Islam.”

Jafar menyampaikan bahwa masjid memiliki posisi penting dalam perjalanan umat Islam. Masjid bukan hanya tempat melaksanakan ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, penguatan persaudaraan, pendidikan akhlak, serta penyemaian nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

“Masjid merupakan salah satu pondasi perjuangan umat Islam. Bangunan ibadah umat Islam telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Dalam perjalanan bangsa, peran strategis masjid dalam mendakwahkan Islam dan turut menjaga semangat perjuangan serta kedaulatan bangsa tidak dapat diabaikan,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu simbol penting hubungan antara masjid, keislaman, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia dapat dilihat dari berdirinya Masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid yang pembangunannya digagas pada masa Presiden Soekarno tersebut memiliki nama Istiqlal yang berarti kemerdekaan.

Keberadaan Masjid Istiqlal, lanjut Jafar, menjadi simbol bahwa masjid memiliki dimensi yang lebih luas. Masjid dapat menjadi ruang untuk membangun kesadaran keagamaan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.

Lebih lanjut disampaikan, masjid mempunyai peran strategis sebagai media pembinaan umat. Dari masjid, masyarakat dapat dibangun agar memiliki kekuatan dalam aqidah dan ibadah, sekaligus memiliki kepedulian terhadap sesama, menjunjung persaudaraan, serta membangun akhlak yang luhur.

Jafar juga mengingatkan bahwa memakmurkan masjid harus dilandasi oleh ketakwaan. Ia mengutip QS. At-Taubah ayat 18, yang menjelaskan bahwa orang-orang yang memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta tidak takut kecuali kepada Allah SWT.

“Masjid akan benar-benar menjadi pusat kemaslahatan apabila dimakmurkan dengan ketakwaan, ibadah, kepedulian sosial, dan akhlak yang baik. Karena itu, jamaah tidak cukup hanya datang ke masjid untuk shalat, tetapi juga perlu menjadikan masjid sebagai tempat membangun persaudaraan dan memperkuat kehidupan umat,” pesannya.

Melalui kegiatan SMBD, KUA Danurejan berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang dekat dengan masyarakat dan berbasis masjid. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pembinaan umat yang mampu melahirkan masyarakat yang religius, rukun, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.[Jafar]

Leave a Reply