Pesan Penyuluh Agama KUA Wirobrajan: Jangan Hanya Siap Menikah, Siap Juga Menghadapi Masalah

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Menikah bukan sekadar menyatukan dua hati, tetapi merupakan perjalanan panjang untuk bersama-sama membangun keluarga, meraih keberkahan, dan menggapai ridha Allah. Karena itu, calon pengantin perlu mempersiapkan diri bukan hanya untuk menikmati indahnya pernikahan, tetapi juga menghadapi berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam kehidupan rumah tangga.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Indira Cahayawati, dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin yang berlangsung di Ruang Kepala KUA Wirobrajan, Selasa (8/9/2026).
Dalam bimbingan tersebut, Indira mengingatkan para calon pengantin agar tidak hanya membayangkan sisi indah kehidupan setelah menikah. Kehidupan rumah tangga juga akan mempertemukan dua pribadi dengan latar belakang, karakter, kebiasaan, serta cara pandang yang mungkin berbeda.
“Rumah tangga harus dilandasi semangat untuk berjalan bersama menuju tujuan yang sama, yaitu meraih keberkahan dan menjauhkan diri dari api neraka,” pesannya.
Menurut Indira, kesiapan menikah juga berarti kesiapan untuk menerima kekurangan pasangan, menghadapi perbedaan, serta menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik. Saling melengkapi, menghargai, dan meridhai menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara suami dan istri.
Komunikasi pun menjadi salah satu kunci. Menurutnya, pasangan perlu membangun komunikasi yang terbuka dan sehat agar berbagai persoalan tidak dipendam hingga menjadi masalah yang lebih besar.
Indira juga mengingatkan calon pengantin untuk menjaga rumah tangga dari berbagai hal yang dapat merusak keharmonisan keluarga, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perjudian, dan narkoba.
Dalam penyampaiannya, Indira mengibaratkan suami dan istri seperti pakaian bagi satu sama lain. Sebagaimana pakaian yang menutupi dan melindungi tubuh, pasangan juga diharapkan mampu saling menutupi kekurangan, menjaga kehormatan, memberikan rasa aman, serta menjadi tempat kembali dalam suka maupun duka.
“Menikah itu indah. Namun, keindahan rumah tangga bukan karena tanpa masalah, melainkan karena dua insan memilih untuk tetap bersama, saling menguatkan, dan menjadikan Allah sebagai tujuan utama,” ungkapnya.
Melalui Bimbingan Perkawinan, calon pengantin tidak hanya dibekali pemahaman tentang kehidupan setelah akad, tetapi juga diajak membangun kesiapan mental dan spiritual untuk menjalani perjalanan rumah tangga. Sebab, keluarga yang kokoh bukan keluarga yang bebas dari masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi masalah bersama dengan komunikasi, kasih sayang, dan nilai-nilai agama sebagai pijakan.[ekoAW]



