Perjuangan Aryasatya MAN 1 Yogyakarta Raih Medali Perunggu dalam Kompetisi Matematika Nasional PHI 2026

Malang (MAN 1 Yogya) – Aryasatya Adzra Dahasta, murid kelas XI B MAN 1 Yogyakarta, berhasil meraih medali perunggu dalam Kompetisi Matematika Nasional Paket Hari Ilmiah (PHI) jenjang SMA/MA/SMK yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang (UNISMA). Kompetisi ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu babak penyisihan secara daring pada minggu, (13/9/2026) dan babak perebutan juara secara luring di kampus UNISMA, Malang, pada minggu, (4/10/2026). Prestasi ini menjadi pencapaian berharga baginya setelah beberapa kali mengikuti kompetisi serupa tanpa berhasil meraih juara.
Perjalanan Aryasatya menuju prestasi tersebut dilalui dengan persiapan yang tekun dan konsisten. Ia telah mengikuti PHI beberapa kali sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, tetapi belum pernah meraih juara. Pengalaman tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus berusaha hingga berhasil mencapai targetnya. Menjelang perlombaan, ia rutin mengikuti les setelah salat Isya hingga hampir pukul 23.00. Selain itu, ia juga meluangkan waktu untuk berlatih soal secara mandiri guna memperdalam pemahaman materi matematika.
Dalam menghadapi kompetisi, Aryasatya menyadari bahwa para pesaingnya bukanlah peserta yang bisa diremehkan. Beberapa di antaranya telah aktif mengikuti olimpiade matematika sejak sekolah dasar dan memiliki pengalaman berprestasi di tingkat nasional, termasuk peraih Honorable Mention OSN SMA dan medali OSN SMP. Untuk menghadapi persaingan tersebut, ia memilih untuk terus berlatih dengan tekun serta menjaga kepercayaan diri, baik selama perlombaan maupun ketika menunggu pengumuman hasil.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keberhasilan Aryasatya yang terus berusaha hingga akhirnya meraih prestasi di tingkat nasional.
“Selamat kepada Ananda Aryasatya atas prestasi yang diraih. Kami mengapresiasi kegigihannya yang terus mencoba dan belajar dari pengalaman sebelumnya. Tidak semua keberhasilan datang pada percobaan pertama. Semoga pencapaian ini menambah kepercayaan dirinya untuk terus berkembang dan memotivasi murid-murid lain agar berani mencoba serta tidak mudah menyerah,” ungkap Edi.
Rasa syukur dan bahagia menyertainya ketika mengetahui dirinya berhasil meraih medali perunggu. Meskipun sempat merasa gugup saat pengumuman, ia menilai pencapaian tersebut telah sesuai dengan target yang diharapkan, terutama dengan mempertimbangkan pengalaman dan kemampuan para pesaingnya. Ia juga mengungkapkan bahwa dukungan dari ustaz melalui semangat dan doa memiliki peran yang berarti dalam perjalanannya.
Baginya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa kegagalan pada kesempatan sebelumnya bukanlah alasan untuk berhenti mencoba. Ia menyampaikan pesan motivasi bagi murid-murid MAN 1 Yogyakarta agar berani memiliki cita-cita tinggi dan terus berusaha mewujudkannya.
“Bermimpilah setinggi langit karena jika jatuh kamu masih berada di antara bintang-bintang,” ungkapnya.
Pesan tersebut mencerminkan semangat untuk tidak menyerah, terus belajar, dan menjadikan setiap pengalaman sebagai langkah menuju keberhasilan. (mhz)



