Kakan Kemenag Dorong MAN 2 Yogya Wujudkan Madrasah Berpredikat WBBM

Yogyakarta (Penmad)— Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng. menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang bersih, melayani, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan dalam mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pembinaan pada Rapat Kerja (Raker) MAN 2 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar di Merapi Glamping, Cangkringan, Sleman, Senin (29/6/2026).
Mengawali arahannya, Ahmad Shidqi menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MAN 2 Yogyakarta yang telah menyelenggarakan rapat kerja di awal tahun pelajaran. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan keseriusan madrasah dalam membangun tata kelola organisasi yang terencana, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
“Saya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada MAN 2 Yogyakarta yang telah melaksanakan rapat kerja pada awal waktu. Ini menunjukkan kesiapan madrasah dalam menyusun program kerja secara matang sehingga pelaksanaan layanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ungkapnya.
Kepada seluruh jajaran pimpinan, guru, dan tenaga kependidikan, Ahmad Shidqi mengingatkan bahwa keberhasilan MAN 2 Yogyakarta meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) harus menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan. Menurutnya, predikat tersebut bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal menuju target yang lebih tinggi, yaitu Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Jangan berhenti karena sudah memperoleh predikat WBK. Justru perjuangan sesungguhnya dimulai dari sini, yakni bagaimana mempertahankan kualitas layanan sekaligus meningkatkannya menuju WBBM,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat dua fondasi utama dalam mewujudkan WBBM, yaitu bersih dan melayani. Bersih berarti seluruh tata kelola madrasah dijalankan dengan integritas, akuntabilitas, dan bebas dari praktik-praktik yang menyimpang. Sementara melayani berarti seluruh warga madrasah harus memiliki semangat memberikan pelayanan terbaik, cepat, mudah, ramah, dan memberikan kepuasan kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, inovasi tidak boleh berhenti. Madrasah harus terus menghadirkan berbagai terobosan agar pelayanan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Kepercayaan publik hanya dapat dijaga melalui pelayanan yang terus berkembang dan semakin berkualitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Shidqi mengakui bahwa meraih predikat WBBM bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan konsistensi dalam menjaga integritas, memperkuat budaya kerja, serta membangun kolaborasi seluruh unsur madrasah.
“Jangan pernah lelah untuk terus berusaha. Saya berharap MAN 2 Yogyakarta menjadi madrasah pertama yang berhasil meraih predikat WBBM. Target tersebut hanya dapat diwujudkan apabila menjadi komitmen bersama seluruh pimpinan, guru, tenaga kependidikan, hingga para mitra madrasah. Ketika semua bergerak dalam semangat yang sama, insyaallah cita-cita itu dapat diwujudkan,” pesannya.
Kepala Kantor juga mengingatkan agar rapat kerja tidak dimaknai sebagai agenda rutin yang bersifat seremonial. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menghasilkan kebijakan dan program yang benar-benar menjawab tantangan serta mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan.
“Rapat kerja harus menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat diimplementasikan. Ukuran keberhasilan raker bukan banyaknya agenda yang dibahas, tetapi sejauh mana hasilnya mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat budaya kerja, dan memberikan manfaat bagi peserta didik serta masyarakat,” tandasnya.
Usai memberikan pembinaan, Ahmad Shidqi bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DIY, Pengawas Pembina MAN 2 Yogyakarta, Kepala MAN 2 Yogyakarta, dan Ketua Komite MAN 2 Yogyakarta melaunching inovasi SiJimat Mandaya (Sistem Informasi Perizinan Anak dan Tracer Alumni) sebagai bagian dari penguatan transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan MAN 2 Yogyakarta.
Rapat Kerja MAN 2 Yogyakarta berlangsung selama dua hari, 29–30 Juni 2026, dengan mengusung tema “Madrasah Excellent Service”. Melalui forum ini, diharapkan lahir program-program strategis yang mampu memperkuat kualitas tata kelola, meningkatkan mutu pendidikan, serta mempercepat terwujudnya MAN 2 Yogyakarta sebagai madrasah berintegritas yang siap meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).



