Berita

Penyuluh Umbulharjo Hadirkan Sluku-Sluku Bathok: Menuju Makjentit Lololobah, Hakikat, dan Husnul Khatimah

Yogyakarta — Menyongsong peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo turut hadir dalam kajian keagamaan yang mengajak jamaah menggali makna keteladanan Rasulullah SAW melalui kearifan lokal Jawa.

Dalam kesempatan tersebut, Ust. H. Khaerudin, S.Ag. hadir sebagai pembicara dengan mengangkat filosofi tembang Jawa “Sluku-Sluku Bathok” sebagai jalan refleksi menuju makjentit lololobah—kesadaran untuk bergerak dan berubah menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Pesan tersebut diarahkan pada perjalanan manusia untuk menemukan hakikat kehidupan dan meraih husnul khatimah, dengan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama.

Keteladanan Rasulullah SAW tercermin dalam empat sifat utama: ṣiddīq (jujur), amānah (dapat dipercaya), tablīgh (menyampaikan kebenaran), dan faṭānah (cerdas dan bijaksana).

Melalui pendekatan budaya yang membumi, kajian ini mengajak jamaah agar Maulid Nabi tidak berhenti pada seremonial, tetapi menjadi momentum “eling lan obah”—sadar kepada Allah, memperbaiki diri, dan menghidupkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Nabi, tetapi momentum untuk melahirkan kembali akhlak Nabi dalam diri kita.(khaer)

Leave a Reply