Penyuluh KUA Wirobrajan Sampaikan Kajian Siroh Nabawiyah di Masjid Taqwa

Wirobrajan, Yogyakarta — Penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Wirobrajan melaksanakan kajian keislaman pada waktu Subuh di Masjid Taqwa, Senin (2/2/2026). Kajian tersebut mengangkat tema Siroh Nabawiyah dengan rujukan Kitab Syamail Muhammadiyah karya Imam Tirmidzi, khususnya pembahasan tentang sandal Nabi Muhammad saw.
Dalam kajian tersebut disampaikan bahwa Nabi Muhammad saw merupakan teladan terbaik bagi umat manusia, tidak hanya dalam aspek ibadah dan akhlak, tetapi juga dalam hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kesederhanaan Rasulullah saw tercermin bahkan dalam penggunaan sandal yang beliau kenakan.
Berdasarkan riwayat Anas bin Malik yang disampaikan oleh Qatadah dan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhum, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, dijelaskan bahwa sandal Nabi saw terbuat dari kulit sapi, tanpa motif, dan dilengkapi tali agar tidak mudah terlepas dari kaki. Riwayat ini menunjukkan sikap hidup sederhana yang senantiasa beliau teladankan.
Penyuluh KUA Wirobrajan menekankan bahwa kesederhanaan Rasulullah saw patut menjadi inspirasi bagi umat Islam. Padahal, beliau memiliki kedudukan mulia sebagai Nabi dan Rasul sekaligus pemimpin kaum muslimin yang secara syariat berhak atas seperlima harta rampasan perang (ghanimah) dan harta fai’. Namun demikian, Rasulullah saw tidak memanfaatkan hak istimewa tersebut untuk kepentingan pribadi, melainkan menggunakannya bagi kemaslahatan umat.
Keteladanan tersebut sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Hasyr ayat 7 yang menegaskan bahwa harta yang diperoleh Rasulullah saw diperuntukkan bagi kepentingan umat. Melalui kajian ini, jamaah diajak untuk meneladani Rasulullah saw dalam sikap sederhana, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kajian Subuh ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat serta menumbuhkan karakter religius yang berlandaskan keteladanan Rasulullah saw. (ASB)



