Langkah Iman 11,5 Km: MBBC#3 Satukan Doa, Kebersamaan, dan Syukur dari Babadan ke Cangkringan

YOGYAKARTA – Penyuluh Katolik Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Yogyakarta, Edelbertus Jara, S.Fil., membersamai Komunitas Mlaku Bareng Babadan–Cangkringan (MBBC#3) dalam kegiatan ziarah jalan kaki pada Sabtu (25/4/2025). Kegiatan ini menempuh jarak sekitar 11,5 kilometer, dimulai dari Gereja Paroki St. Petrus & Paulus Babadan pukul 05.00 WIB dan berakhir di Gereja Wilayah St. Fransiskus Xaverius Cangkringan sekitar pukul 08.00 WIB.
Ziarah ini tidak sekadar aktivitas berjalan kaki, melainkan menjadi perjalanan iman yang sarat makna kebersamaan dan ungkapan syukur. Sepanjang perjalanan, para peserta saling berinteraksi, berbagi cerita, menyapa warga sekitar, hingga menikmati keindahan alam pedesaan dan aktivitas para petani di sawah.
Setibanya di lokasi akhir, peserta MBBC#3 beristirahat sambil menikmati hidangan sederhana berupa minuman dan sop yang disediakan panitia bersama warga setempat. Ketua Komunitas MBBC, Philipus Jemahun, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas terselenggaranya kegiatan dengan lancar. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dalam berjalan agar tidak ada peserta yang tertinggal.
Dalam suasana kebersamaan tersebut, Edelbertus Jara memperkenalkan Ketua Wilayah Gereja St. Fransiskus Xaverius Cangkringan, Andreas Corsinus Riyadi Nugroho. Dalam sambutannya, Nugroho menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta serta menjelaskan bahwa Gereja Cangkringan merupakan bagian dari Paroki Babadan dengan lima lingkungan umat yang tersebar di wilayah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Edelbertus juga menyampaikan informasi terkait jadwal kegiatan rohani di Gereja Cangkringan, termasuk Misa Minggu, Misa Jumat Pertama, serta Misa Novena Malam Jumat Pahing. Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut juga memiliki Taman Doa Maria Imakulata yang rutin digunakan untuk doa Rosario bersama oleh komunitas MBBC sejak kegiatan pertama hingga saat ini, meskipun dengan fasilitas yang masih terbatas.
Kegiatan ziarah ini ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan dan kelancaran perjalanan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, semangat iman, persaudaraan, dan kepedulian sosial antarumat semakin tumbuh dan menguat dalam kehidupan sehari-hari. (ej)



