Penyuluh KUA Wirobrajan Perluas Dakwah Lewat RRI, Gaungkan Pesan “Ngunduh Wohing Pakarti”

Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Rachimatullaili, terus memperluas jangkauan dakwah melalui media radio. Jumat (23/10/2026), ia melaksanakan rekaman program SRI di Studio RRI dengan mengangkat tema “Ngunduh Wohing Pakarti”, yang mengingatkan setiap orang untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.
Rachimatullaili menjelaskan, woh berarti buah, sedangkan pakarti berarti perbuatan. Ngunduh wohing pakarti bermakna memetik buah dari setiap perbuatan. Kebaikan maupun keburukan akan membawa konsekuensi yang dapat dirasakan seketika ataupun di kemudian hari.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak lalai menunaikan hak dan kewajiban, tidak merampas hak orang lain demi kekuasaan, serta mampu mengendalikan hawa nafsu. Setiap orang perlu menyadari bahwa tindakan yang merugikan sesama dan merusak tatanan kehidupan tidak akan lepas dari pertanggungjawaban.
Pesan tersebut diperkuat melalui QS. Al-Isra’ ayat 7 dan QS. Az-Zalzalah ayat 7–8, yang mengajarkan bahwa setiap kebaikan maupun keburukan, sekecil apa pun, akan memperoleh balasan.
Melalui dakwah di radio, KUA Wirobrajan menghadirkan bimbingan keagamaan yang menjangkau masyarakat lebih luas. Pesan “Ngunduh Wohing Pakarti” diharapkan menjadi pengingat untuk senantiasa menanam kebaikan, menjaga amanah, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Program SRI tersebut dijadwalkan mengudara pada Rabu (28/10/2026), pukul 17.00–17.25 WIB melalui RRI Programa 4.


