Penyuluh KUA Ngampilan Bekali Remaja Sekolah melalui Program BRUS

Yogyakarta (KUA Ngampilan) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Ngampilan terus berkomitmen membina generasi muda melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Rabu (15/7/2026), sebagai upaya membekali remaja dengan pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan dalam menghadapi masa depan.
Program BRUS bertujuan membentuk remaja yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kesiapan mental dan spiritual dalam menjalani kehidupan, termasuk sebagai bekal membangun keluarga yang harmonis di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan, Dr. H. Reza Bakhtiar Ramadhan, S.H.I., M.Hum., menyampaikan pentingnya pembinaan sejak usia remaja sebagai fondasi lahirnya keluarga yang berkualitas.
“Remaja hari ini adalah calon ayah dan ibu lima hingga sepuluh tahun mendatang. Kalau fondasinya kuat dari sekarang, insyaallah akan lahir keluarga sakinah dan generasi emas. BRUS hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membekali remaja dengan pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga pergaulan, membangun karakter yang berakhlak mulia, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala KUA Kemantren Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I., menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program BRUS sebagai bagian dari pelayanan dan pembinaan KUA kepada masyarakat.
“KUA harus hadir di semua lini, termasuk di lingkungan sekolah. Jika anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan memiliki bekal moral yang kuat, maka umat dan bangsa ini akan semakin baik. BRUS merupakan investasi jangka panjang KUA Ngampilan dalam membangun generasi masa depan,” ungkapnya.
Melalui program BRUS, KUA Ngampilan berharap semakin banyak remaja yang memiliki pemahaman keagamaan, karakter yang kuat, dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan sehingga mampu menjadi generasi penerus yang berkualitas menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Janti)



