Berita

Penyuluh KUA Mergangsan Dampingi Siswa SDN Kintelan 2 Belajar Al-Qur’an, Tanamkan Cinta Ibadah Sejak Dini

 

Yogyakarta (KUA Mergangsan) — Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu dilakukan sejak usia dini. Semangat inilah yang terus diupayakan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Mergangsan melalui pendampingan pembelajaran Madrasah Diniyah Al-Qur’an (MDA) bagi siswa sekolah dasar di wilayah Mergangsan.

Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan pada Selasa (27/10/2026), pukul 12.15–13.00 WIB, di SD Negeri Kintelan 2, Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kali ini, kegiatan diikuti siswa kelas V dan VI dengan pendampingan Penyuluh Agama Islam KUA Mergangsan, Muchrimah, S.Ag., Hari Purnomo, S.Pd., dan Muhammad Agung Santoso, S.H.

Pembelajaran diawali dengan doa bersama, dilanjutkan membaca surat-surat pendek Al-Qur’an. Suasana belajar kemudian berlanjut dengan pendampingan secara privat, yakni siswa mendapatkan kesempatan membaca Iqra’ satu per satu di hadapan penyuluh untuk disimak dan dibimbing sesuai kemampuan masing-masing.

Melalui metode ini, penyuluh dapat memberikan perhatian lebih kepada setiap siswa. Bacaan yang belum tepat dibimbing dan diperbaiki secara langsung, sedangkan siswa yang sudah lancar terus didorong agar semakin baik dalam membaca Al-Qur’an.

Pendekatan pembelajaran secara individual ini menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan baca Al-Qur’an. Setiap anak memiliki tingkat kemampuan yang berbeda sehingga membutuhkan pendampingan yang sabar, bertahap, dan berkelanjutan.

Program MDA di sekolah dasar merupakan salah satu upaya untuk memperkuat fondasi pendidikan agama bagi generasi muda. Tidak hanya membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga membiasakan anak-anak mengawali dan mengakhiri aktivitas dengan doa serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi pembelajaran selesai, kegiatan ditutup dengan membaca doa setelah belajar, doa untuk kedua orang tua, serta doa memohon kebaikan dunia dan akhirat. Penutupan ini sekaligus mengingatkan para siswa tentang pentingnya menghormati dan mendoakan orang tua serta membiasakan diri memohon kebaikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta ‘laa.

Pendampingan MDA oleh Penyuluh Agama Islam KUA Mergangsan diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintai ajarannya dan membiasakan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui sinergi antara KUA dan sekolah, pendidikan agama diharapkan semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Sebab, membangun generasi Qur’ani tidak cukup hanya dengan mengajarkan huruf demi huruf, tetapi juga perlu menumbuhkan kebiasaan baik, membentuk akhlak mulia, dan menanamkan kecintaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta ‘aalaa sejak dini. (HP)

Leave a Reply