Kakan Kemenag Kota Yogyakarta Apresiasi Generasi Qurani MAN 1

Yogyakarta (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, mengapresiasi semangat dan capaian para siswa MAN 1 Yogyakarta dalam menghafal Al-Qur’an. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Apresiasi Tahfidz dan Studium Generale Moderasi Beragama di Auditorium Graha Bina Husada Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Selasa (27/10/2026).
Dalam sambutannya, Ahmad Shidqi menyampaikan rasa bangga atas kesungguhan para siswa dalam menjaga dan menghafal kalam Allah. Menurutnya, capaian tahfidz merupakan prestasi yang patut diapresiasi karena membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, serta komitmen yang kuat dalam proses belajar.
Ia berharap para siswa tidak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai hafalan, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam bersikap dan bertindak. Nilai-nilai Al-Qur’an perlu tercermin dalam akhlak, semangat menuntut ilmu, kepedulian terhadap sesama, serta kontribusi positif bagi masyarakat.
Ahmad Shidqi juga berharap para siswa MAN 1 Yogyakarta tumbuh menjadi generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Generasi muda madrasah memiliki peran strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, sehingga keunggulan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kekuatan spiritual dan kemuliaan akhlak.

“Harapannya, anak-anak semua menjadi generasi Qurani yang unggul, tidak hanya membanggakan orang tua dan madrasah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. ”
Selain penguatan kecintaan terhadap Al-Qur’an, kegiatan ini juga menghadirkan Studium Generale Moderasi Beragama sebagai ruang penguatan wawasan dan karakter siswa. Kedua agenda tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pendidikan madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan keagamaan, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang bijak, toleran, serta mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman.
Bagi Kementerian Agama Kota Yogyakarta, apresiasi terhadap capaian tahfidz merupakan bagian dari dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda. Madrasah memiliki peran penting dalam menyiapkan peserta didik yang mampu memadukan kecintaan terhadap Al-Qur’an, keluasan ilmu pengetahuan, dan komitmen kebangsaan.

Kehadiran Ahmad Shidqi dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Kemenag Kota Yogyakarta terhadap upaya MAN 1 Yogyakarta dalam mengembangkan potensi siswa, menumbuhkan budaya berprestasi, dan memperkuat moderasi beragama di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi Qurani yang tidak berhenti pada kemampuan menghafal, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Generasi yang berilmu, berakhlak mulia, menghargai perbedaan, dan siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(Nis)



